Bangladesh Tahan 450 Rohingya yang Rayakan Lebaran di Pantai

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 05 Mei 2022 - 21:07
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi Rohingya. (AP/Zik Maulana)

Mediaapakabar.com
Kepolisian Bangladesh menahan 450 orang Rohingya yang merayakan Lebaran di pantai pada Rabu (4/5/2022) malam.

Juru bicara polisi Bangladesh, Rafiqul Islam, mengatakan kepada AFP, penangkapan itu dilakukan di distrik resor wisata terbesar di Cox's Bazar. Di Cox's Bazar juga terdapat kamp pengungsi Rohingya.


"Rohingya terlibat dalam berbagai kejahatan. Tidak aman bagi turis kami. Kami memperkuat keamanan kota. Saat turis mengunjungi Cox's Bazar pada Idulfitri, kami meningkatkan patroli untuk menjaga mereka tetap aman," kata dia, seperti dikutip AFP.


Islam mengklaim, ratusan orang yang ditahan itu nantinya akan dikirim kembali ke kamp pengungsi.


Sejumlah pengungsi yang ditangkap mengeluh. Mereka menyatakan bahwa kedatangan ke pantai itu hanya untuk bersenang-senang saat perayaan Lebaran.


"Kami di sini untuk bersenang-senang, tapi begitu kami tiba, polisi menangkap kami. Kami tidak melakukan kesalahan. Kami hanya duduk di pantai," ujar seorang warga Rohingya bernama Mohammad Ibrahim.


Selain Ibrahim, Samjida (20) dan keluarganya juga mengaku datang dengan alasan serupa. Namun, keluarganya langsung ditangkap oleh polisi.


"Saya dan suami saya dijemput polisi. Anak-anak saya lapar. Mereka belum makan seharian," katanya.


Aktivis sekaligus konsultan HAM untuk PBB, Rezaur Rahman, menilai bahwa kehidupan para pengungsi memang sangat dibatasi. Namun menurutnya, Rohingya berhak untuk merayakan Idulfitri di pantai.


"Pemuda Rohingya memiliki hak untuk mengejar kebahagiaan mereka di pantai terpanjang di dunia dan sekitarnya," kata dia.


"Otoritas Bangladesh harus mencabut pembatasan pergerakan, mengizinkan pasar dan sekolah dibuka kembali, dan memfasilitasi upaya donor untuk meningkatkan akses pengungsi ke mata pencaharian, perawatan kesehatan, pendidikan, dan hiburan."


Selama ini, Bangladesh memang melarang 920.000 pengungsi Rohingya meninggalkan kawasan kamp penampungan di Cox's Bazar.


Mereka sudah terjebak di kamp pengungsi itu kurang lebih lima tahun. Sebagian besar dari mereka melarikan diri ke Bangladesh setelah serangan militer Myanmar pada 2017.


Sebagian besar masyarakat Myanmar memang membenci Rohingya. Mereka menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal meski sudah tinggal di Myanmar turun temurun. (AFP/CNNI)

Share:
Komentar

Berita Terkini