Pengangkut Hewan Ternak di Perbatasan Sumut-Aceh Diputar Balik

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 27 Mei 2022 - 20:16
kali dibaca
Ket Foto : Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Mediaapakabar.com
Kendaraan pengangkut hewan ternak di perbatasan Sumut-Aceh diputar balik. Sebanyak tujuh truk diputar balik oleh Tim gabungan Polres Langkat bersama Polres Aceh Tamiang.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Jumat (27/5/2022). "Ada tujuh truk yang diputar balik," kata Hadi.


Hadi mengatakan, ada 10 unit mobil yang mengangkut 10 ekor sapi dari Sumut ke Aceh diputar balik di perbatasan. Sedangkan dari Aceh ke Sumut, kata Hadi ada satu unit pikap, satu unit truk dan satu becak."Kendaraan itu membawa tiga ekor domba dan dua ekor sapi," kata Hadi.


Dikatakannya, kendaraan pengangkut hewan ternak diputar balik karena tidak dilengkapi dengan surat sehat TMT 16 sampai 25 Mei 2022.


Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Desa Bukit Kubu, Besitang, Kabupaten Langkat, Selasa (24/5/2022).


Sidak dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dalam pencegahan penularan PMK. Setibanya di lokasi Panca Putra langsung mengecek kondisi sapi milik masyarakat.


"Sudah dicek kondisi sapinya ini. Kalo emang positif PMK secepatnya dilakukan karantina agar tidak menularkan dengan sapi-sapi lainnya," katanya.


Kapolda  juga berdialog dengan pemilik sapi untuk memastikan hewan ternaknya tetap sehat saat dijual ke masyarakat. "Diharapkan dengan gerak cepat ini dapat mengantisipasi penularan PMK," kata Panca.


Panca Putra juga melakukan pengecekan posko Satgas Terpadu PMK di Besitang, Kabupaten Langkat. Sesampainya di posko, Panca mengecek distribusi ternak sapi baik yang datang dari Aceh ke Sumut maupun sebaliknya.


"Gimana kondisi sapinya sehatkan? Ada buktinya surat sehatnya dari dinas kesehatan," tanya Panca Putra.


"Oh ini pak ada bukti surat kesehatannya. Kondisi sapi saya dalam kondisi sehat," jawab pemilik hewan ternak.


Panca mengatakan, posko yang didirikan di perbatasan Sumut-Aceh, ini sebagai upaya mencegah penularan PMK.


"Personel yang bertugas di posko akan membatasi dan mengecek setiap pergerakan hewan ternak," jelas Panca.


Menurut Panca, dengan cara meminimalisir pergerakan hewan ternak sebagai salah satu langkah dalam menangani penularan dan melakukan lockdown desa-desa yang terjadi wabah PMK.


Panca mengatakan, Polda Sumut dan Pemprov Sumut terus berkoordinasi dalam penanganan wabah ini.


"Kita menghimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perdagangan hewan ternak untuk melengkapi dengan surat kesehatan. Semua boleh dilakukan tetapi harus dilengkapi dengan surat kesehatan," pungkasnya. (MC/Red

Share:
Komentar

Berita Terkini