65 Desa di Sumut Memiliki Agen Lakupandai

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 04 Mei 2022 - 16:18
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (OJK KR5 Sumbagut) bersama TPAKD Sumatera Utara (Sumut) melanjutkan kegiatan peningkatan kompetensi pengurus TPAKD kabupaten dan kota se-Sumut.

Bimbingan Teknis Pelaporan Laporan Realisasi Program Kerja Triwulan I tahun 2022 pada Sistem Informasi TPAKD (SiTPAKD) ini sebelumnya pada beberapa waktu yang lalu juga telah dilakukan. Seperti kegiatan coaching clinic penyusunan rencana program kerja TPAKD tahun 2022 dan bimbingan teknis pelaporan penginputan rencana kerja pada SiTPAKD.


Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara Yusup Ansori, diwakili Kepala Bagian Kemitraan, Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK KR5 Noor Hafid mengatakan, selanjutnya akan dilakukan proses pendampingan penginputan realisasi program kerja TPAKD 2022 juga akan dilakukan secara one-on-one guna mencapai target penginputan pada SiTPAKD sebelum 30 April 2022.


SiTPAKD sendiri merupakan sistem informasi yang telah dibangun oleh OJK untuk meningkatkan akuntabilitas sistem pelaporan oleh setiap TPAKD. Sebagai alat bantu monitoring dan evaluasi, SiTPAKD menyediakan fitur pelaporan rencana kerja tahunan serta pelaporan realisasi pelaksanaan program kerja baik secara triwulanan maupun tahunan,” katanya, beberapa waktu lalu.


Noor Hafid menjelaskan, pencapaian program kerja TPAKD Provinsi Sumut, salah satunya adalah penambahan 65 agen Lakupandai di 65 desa di Sumut yang sebelumnya belum memiliki agen Lakupandai.


“Dengan adanya agen Lakupandai, akses keuangan masyarakat akan semakin mudah dan diharapkan tingkat inklusi keuangan Provinsi Sumut dapat meningkat tahun ini. Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian target inklusi keuangan 90 persen di tahun 2024 melalui program One Village One Agent (OVOA) yang disampaikan oleh Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup dalam Rapat Pleno TPAKD Provsu pada 8 Februari 2022 lalu,” jelasnya.


Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, program UMKM Go Marketplace telah tercapai 46 persen dari total target sebanyak 500 UMKM di tahun 2022. 


Pemasaran produk UMKM Sumatera Utara di platform marketplace akan membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di Sumut serta mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).


"Melalui motto TPAKD Provinsi Sumatera Utara 3K (Komitmen, Kolaborasi dan Keberlanjutan) diharapkan tahun 2022 ini, kinerja TPAKD di Sumatera Utara akan semakin baik. Sehingga dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujarnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini