Syaiful Syafri: Autobiografi Ratna Sarumpaet dalam Buku '''Aku Bukan Politikus'' Sebagai Buku Pendidikan

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 19 April 2022 - 23:44
kali dibaca
Ket Foto : Autobiografi Ratna Sarumpaet seorang Seniman Karya Seni dan Budaya di tahun 1990 an, tertuang dalam satu Buku yang berjudul "Aku Bukan Politikus", diluncurkan kali kedua di Sumut, tepatnya Minggu, (18/04/2022) di Hall Cafe Kembar, Jalan Sakti Lubis Medan.

Mediaapakabar.com
Autobiografi Ratna Sarumpaet seorang Seniman Karya Seni dan Budaya di tahun 1990 an, tertuang dalam satu Buku yang berjudul "Aku Bukan Politikus", diluncurkan kali kedua di Sumut, tepatnya Minggu, (18/04/2022) di Hall Cafe Kembar, Jalan Sakti Lubis Medan.

Peluncuran Buku setebal 265 halaman yang terbagi dalam 6 Bab, terbitan Booknesia Jakarta ini, diprakarsai Pengurus Pusat Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) yang dipimpin Saharuddin, untuk mengenal Seniman Karya Seni Internasional semasa kecil, remaja  dan proses pendidikan di keluarga dan masyarakat.


Acara peluncuran buku, dihadiri sejumlah tokoh dan ilmuan, seperti Ketua Umum DPN GM Pujakesuma Nusantara Danu Prayitno Siyo, SE, MM, Ketua PD KBPP Polri Sumut, Hilmar Silalahi SH,  Ketua LBH Ferary Batu Bara, Helmi Damanik SH, Ilmuan Dr Djauhari, dari Unimed, Dr Henny Ikhwan, S.Pd, M.Pd selaku Pembina Kartini KSJ dan insan pers.


Diawali pemberian bantuan kepada anak yatim dan yatim piatu, yang dihadiri  Ustad Samin Pane,  Abas Rambe, dan unsur KSJ, Mahasiswa, Pengusaha, dan tokoh pemuda di Sumut bersama 300 tamu undangan, diisi Testimoni Buku Aku Bukan Politikus yang disampaikan Drs Syaiful Syafri MM, salah satu Tokoh Pendidikan di Sumut.


Dalam Testimoni, PJ. Bupati Batu Bara 2008 ini, menjelaskan bahwa Autobiografi Ratna Sarumpaet berisikan pendidikan untuk seorang anak ketika ia kecil dan hidup dalam keluarga, sampai memutuskan pilihan cita cita hidup, sehingga menjadi Seniman Karya Seni yang selalu diundang sebagai pembicara Karya Seni Nasional dan Internasional di negara Eropah.


"Karya Seni yang ditampilkan tidak terlepas dari kejadian yang berkembang di masyarakat, berupa hasil penelitian dan kajiannya, seperti Kasus yang dianggap HAM, bencana alam dan bencana sosial lainnya, yang diangkat dalam cerita drama  panggung dan Film layar lebar sehingga menjadi buku pendidikan," kata Syaiful Syafri.


Kegalauan nya atas musibah yang dianggap peristiwa Hak Asasi Manusia ( HAM ) dengan pemikiran yang belum terungkap proses hukum,  membuat komitmennya untuk terus berjuang dan berjuang demi kebenaran, namun karena ia bukan seorang politikus, berakhir ianya dihadapkan dengan masalah hukum.


Jadi jelas bahwa Autobiografi Ratna Sarumpaet merupakan sebuah buku pendidikan, baik untuk seorang anak, bagi sebuah keluarga, bagi pecinta seni dan penggiat HAM, yang layak dibaca kalangan generasi muda, keluarga, pecinta seni, tokoh organisasi dan politisi sebagai calon pemimpin bangsa.


Hadir di acara peluncuran buku ini Ratna Sarumpaet bersama putrinya artis nasional Atiqah Hasiholan, Penerbit Buku, Teguh Santosa, yang ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis kepada sejumlah tokoh pemuda, pengusaha, aktivis, Insan pers, dan berdonasi keuntungan penjualan buku untuk anak yatim dan dhuafa, yang diakhiri berbuka puasa bersama. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini