Resmi, Pertamina Larang Konsumen Beli Pertalite Pakai Jerigen

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 07 April 2022 - 16:58
kali dibaca

Ket Foto : Ratusan pengendara sepeda motor dan sopir mengantri di SPBU di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku untuk membeli BBM, Jumat (27/9/2019). Banyak dari warga yang datang ikut membawa jerigen. (Kompas.com)


Mediaapakabar.com
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk Pertamax menjadi sorotan belakangan ini. Dampaknya juga berlaku untuk konsumen pengguna Pertalite.

Pihak Pertamina sudah resmi mengeluarkan aturan tentang pelarangan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen atau jerigen.


"Sehubungan dengan perubahan status Pertalite dari Jenis BBM Umum (JBU) menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), maka bersama ini kami tegaskan bahwa SPBU/Lembaga Penyalur DILARANG melayani pembelian Pertalite dengan jeriken/drum yang digunakan untuk diperjualbelikan kembali (pengecer)," ujar Fedy Alberto, Region Manager Retail Sales Jatimbalinus, dalam keterangan resminya dikutip dari Kompas.com, Kamis, 07 April 2022.


Fedy menambahkan, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi perhatian utama pelayanan di SPBU/Lembaga Penyalur BBM, mengingat Pertalite merupakan BBM jenis Gasoline yang termasuk kategori barang mudah terbakar.


"Apabila terjadi pelanggaran pelayanan Pertalite, maka akan diberi pembinaan/sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Fedy.


Definisi dari JBKP dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.


JBKP adalah bahan bakar yang berasal dan/atau diolah dari minyak bumi yang telah dicampurkan dengan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain dengan jenis, standar, dan mutu tertentu yang didistribusikan di wilayah penugasan.


Sementara untuk Pertalite sendiri, berarti pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina untuk pendistribusian Pertalite di wilayah tertentu dan disertai penetapan kuota tahunan yang disubsidi. Subsidi dari pemerintah ke Pertamina diambil dari dana APBN.


Jerigen Khusus


Larangan membeli BBM menggunakan jerigen bukan lah hal baru. Jauh sebelumnya, memang sudah banyak yang tak menyarankan karena alasan keselamatan, terutama menggunakan jerigen yang terbuat dari bahan plastik.


Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung menjelaskan, bahan bakar memiliki senyawa khusus yang dapat merusak wadah berbahan plastik.


"Kandungan polimer dari wadah plastik bisa rusak dan larut jika bertemu dengan bensin. Lama-kelamaan bisa menipis dan bocor," ujar Yus kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.


Bagi yang ingin membeli BBM dengan menggunakan jerigen, ada spesifikasi khusus yang memang sudah disesuaikan dalam standar internasional, yakni jerigen yang memenuhi sertifikasi ANSI/ASTM F85208.


Aspek materialnya harus terdiri dari, internal hydrostatic pressure, ketahanan terhadap usia pemakaian yang berulang-ulang, anti karat, tahan panas, hingga dibedakan berdasarkan warna sesuai jenis BBM yang diisikan. (KC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini