Larang Ekspor Minyak Goreng, Amerika Respons Kebijakan Jokowi

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 29 April 2022 - 06:35
kali dibaca
Ket Foto : AS menanggapi keputusan Jokowi melarang ekspor minyak goreng dengan meminta Indonesia menerapkan kebijakan perdagangan yang transparan dan terprediksi. (Biro Pers Sekretariat Presiden).

Mediaapakabar.com
Amerika Serikat bersuara soal keputusan Jokowi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng. Melalui Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia Michael Quinlan, Negeri Paman Sam itu mengatakan negara di dunia termasuk mereka bergantung terhadap minyak kelapa sawit dari Indonesia.

Dan karena itu, pihaknya meminta Indonesia untuk menerapkan kebijakan yang bisa diprediksi dan transparan di bidang perdagangan.


"Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk terus menerapkan kebijakan yang dapat memastikan lingkungan perdagangan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi," kata Quinlan dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat, 29 April 2022.


Permintaan kata Quinlan disampaikan karena saat ini pasar global saat ini sedang mengalami ketidakpastian akibat meningkatnya eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Ketidakpastian itu telah membuat harga pangan hingga harga energi dunia melonjak.


"Iklim perdagangan dan investasi yang dapat diprediksi menjadi sangat penting saat ini dibanding sebelumnya, mengingat volatilitas rantai pasokan global dan ancaman inflasi pangan global," terangnya.


Sementara itu Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia justru enggan berkomentar banyak soal kebijakan melarang ekspor minyak goreng tersebut. Atase Pers Kedutaan Besar Rusia Denis Trtyushin mengatakan kebijakan itu telah melalui perhitungan atas dampaknya.


"Terlalu dini untuk berkomentar karena kita harus menghitung semuanya terlebih dahulu," kata Tetyushin.


Jokowi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai Kamis (28/4) ini. Langkah itu dilakukan demi mengatasi lonjakan harga minyak goreng di dalam negeri yang beberapa bulan belakangan belum teratasi. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini