Korut Luncurkan Rudal Nuklir, Harga Emas Kembali Naik

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 12 April 2022 - 16:43
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Harga emas dunia kini mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, harga emas seakan melawan pergerakan mata uang US Dolar yang tengah menyebar ancaman karena suku bunga acuannya berpeluang naik. Untuk harga emas dari kisaran $1.930 per ons troy di akhir pekan, saat ini dijual dikisaran harga $1.957 per ons troynya.

Menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, kenaikan harga emas tersebut dipicu dari semakin memburuknya perang Rusia - Ukraina. Banyak pihak yang menilai bahwa perang tersebut eskalasinya akan meningkat. Sementara itu, kondisi kian memburuk seiring dengan ancaman Korea Utara yang akan meluncurkan rudal nuklirnya di pekan ini.


"Kabar tersebut sontak membuat pelaku pasar kuatir karena belum usai perang Rusia – Ukraina, Korea Utara justru menunjukan sikap agresif ke Negara tetangganya Korea Selatan. Kabar peluncuran rudal nuklir ini menambah hubungan geopolitik banyak Negara “memanas”. Hal tersebut membuat harga emas belakangan mengalami kenaikan," katanya di Medan, Selasa (12/4/2022).


Gunawan menjelaskan, padahal sebelumnya emas sempat tertekan seiring dengan ekspektasi kenaikan bunga acuan di AS. Bahkan sinyalemen kenaikan bunga acuan saat ini jauh lebih terasa, setelah rapat FOMC Bank Sentral AS pada pekan kemarin. Rapat itu memberikan indikasi kuat bahwa bukan hanya kenaikan suku bunga acuan secara agresif dalam waktu dekat.


The FED atau bank sentral AS sendiri juga mengurangi neraca (balance sheet) dalam nilai yang sangat signifikan. Ini artinya likuiditas US Dollar akan dikurangi di pasar. Seharusnya bisa menjadi kabar bagi penguatan US Dollar atau penurunan harga emas. Namun nyatanya harga emas justru mengalami kenaikan yang signifikan belakangan ini.


"Jadi, memang perang yang kian memburuk ini menjadi pendorong penguatan harga emas. Saat ini harga emas di kisaran 907 ribu per gram. Berarti harga emas di toko atau butik sudah mendekati 1 juta per gramnya. Bukan tidak mungkin nanti menembus harga 1 juta per gram. Terlebih Negara tetangga Rusia yakni Finlandia dan Swedia berencana masuk ke dalam NATO," ujarnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini