Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Platform Jual Beli Mobil Baru dan Bekas

Diduga Sebarkan Berita Bohong, Advokat Alamsyah Dilaporkan ke Polda Sumut

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 25 April 2022 - 23:04
kali dibaca
Ket Foto : Pirmahot Naibaho, SH didampingi rekan Advokatnya Jonen Naibaho, SH, Rudolf Naibaho SH dan Priadi Siahaan, SH membuat laporan ke Poldasu, Senin (25/4/2022).

Mediaapakabar.com
Advokat Alamsyah dilaporkan ke Polda Sumut oleh Pirmahot Naibaho SH, Senin, 25 April 2022. Ia dilaporkan karena diduga menyebarkan berita bohong. Laporan itu tertuang dalam Nomor: STTLP/B/781/IV/2022/SPKT/Polda Sumut. 

Pirmahot mengatakan laporan itu terkait dugaan berita bohong yang dilakukan terlapor Alamsyah melalui pemberitaan di media online saat menggelar konferensi pers di salah satu hotel di Kota Medan.

 

"Sebelumnya, Alamsyah melalui konferensi pers di Medan menyebutkan kalau dirinya tidak ada melakukan perdamaian pada DPN Peradi terkait gugatan yang dilakukannya terhadap DPN Peradi yang diketuai Otto Hasibuan," sebutnya didampingi rekan Advokatnya Jonen Naibaho, SH, Rudolf Naibaho SH dan Priadi Siahaan, SH.


Namun, sambungnya, pada tanggal 22 April 2022 dia ada melakukan konferensi pers bersama dengan DPN mengatakan telah melakukan perdamaian pada tanggal 5 April 2022.


"Sebelum ada putusan sudah ada perdamaian. Tetapi saudara Alamsyah pada tanggal 20 April 2022 mengatakan kepada media yang saat itu saya  juga ada bersamanya di JW Marriot dengan tegas mengatakan tidak ada melakukan perdamaian kepada pihak DPN," jelas Jonen Naibaho.


Menurutnya, akibat berita yang tidak jelas disampaikan Alamsyah maka terjadi keadaan yang membuat kacau dan kegaduhan sesama Advokat baik yang dibawah naungan Otto Hasibuan maupun di kalangan Advokat yang di luar naungan Otto Hasibuan.


"Oleh karena itu, rekan Advokat kami membuat Laporan Polisi, terkait dugaan berita bohong atau yang menimbulkan keonaran di Advokat khususnya di Organisasi Advokat yang diketuai oleh Otto Hasibuan," ungkap Jonen Naibaho.


Sebelumnya, pada Rabu, 20 April 2022 saat menggelar konferensi di Medan, Alamsyah dengan tegas membantah isu bahwa dirinya sudah berdamai dengan pihak Otto Hasibuan.


"Sampai saat ini belum ada, namun tidak menutup kemungkinan untuk itu. Semua anggota Peradi itu bersaudara dan bersatu. Tidak ada perpecahan. Saya dan kawan-kawan melakukan gugatan, hanya untuk menegakkan aturan. Itu semua dilakukan untuk eksistensi organisasi," ucapnya.


Namun, pada tanggal 22 April 2022, ketika menggelar konferensi pers bersama dengan DPN, Alamsyah mengatakan telah melakukan perdamaian pada tanggal 5 April 2022.


Diketahui, sejumlah advokat yang tergabung dalam Peradi mengajukan gugatan atas perubahan Anggaran Dasar terkait masa jabatan Ketua Umum DPN Peradi. Sesuai AD hasil Munas, masa seseorang menjabat ketua umum hanya dibolehkan dua periode. 


Namun, DPN Peradi dibawa kepemimpinan Otto Hasibuan merubah AD itu melalui rapat pleno, dengan membolehkan masa jabatan tiga periode.


Seperti diketahui, sejumlah advokat yang tergabung dalam Peradi mengajukan gugatan atas perubahan Anggaran Dasar terkait masa jabatan Ketua Umum DPN Peradi.


Sesuai AD hasil Munas, masa seseorang menjabat ketua umum hanya dibolehkan dua periode. Namun, DPN Peradi di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan merubah AD itu melalui rapat pleno, dengan membolehkan masa jabatan tiga periode.


Perubahan AD tanpa mekanisme Munas itu membuat Alamsyah dan sejumlah advokat lain mengajukan gugatan. Alamsyah sendiri, menggugat melalui PN Lubuk Pakam. 


Sementara rekannya, Patar Silalahi ke Pengadilan Negeri Simalungun, Zulkifli ke PN Kisaran, Ronald Sitepu ke PN Karo dan Andreas Sinambela ke PN Jakarta Barat.


Dari semua gugatan itu, gugatan Alamsyah yang sudah berkekuatan hukum tetap. Hal ini sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor 997/K/PDT tanggal 18 April 2022.


Dengan putusan tersebut, maka masa kepemimpinan tiga periode Ketua Umum DPN Peradi yang dijabat Otto Hasibuan dinilai tidak sah. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini