Dada Mandor Kebun Sawit di STM Hilir Jebol, Diduga Ditusuk Rekan Kerjanya

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 25 April 2022 - 12:01
kali dibaca
Ket Foto: Warga saat mengantarkan korban ke Klinik di Desa Limau Mungkur.

Mediaapakabar.com
Menjelang berbuka puasa, warga Dusun Bangun Jati, Desa Juma Tombak, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) mendadak heboh. 

Pasalnya, Andi Ginting, warga setempat yang tercatat salah seorang kepercayaan sebagai mandor toke kebun kelapa sawit

terpaksa dilarikan warga bersama rekan kerjanya ke klinik di Desa Limau Mungkur guna mendapatkan perawatan lantaran terkena tusukan tombak di bagian dadanya.


Namun secara pasti apa sebab akibatnya  terjadinya penusukan dada sang mandor kebun itu hingga saat ini pihak kepolisian sektor Talun Kenas masih mengumpulkan data.


"Apa motif melatarbelakangi peristiwa dialami korban, kita masih mendalaminya," kata Kapolsek Talun Kenas AKP Hendra Nata Sastra Tambunan, Senin, 25 April 2022.


Terpisah, sejumlah warga yang berhasil diminta keterangannya menyebutkan, peristiwa itu diketahui dari seorang pengangon ternak.


"Sore itu sang pengangon ternak berlari ke tengah perkampungan Dusun Bangun Jati menyampaikan kabar ke warga kalau korban bersimbah darah di tengah kebun sawit di desa setempat. Atas kabar itu, tanpa dikomando, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi yang disebutkan si pengangon," katanya.


Tiba di lokasi, korban ditemukan bersimbah darah dengan tiga luka tusukan di bagian dada, bersama seseorang yang disebut - sebut sebagai pelaku berinisial R, warga Desa Paguron Bangun Purba Estate, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang yang tak lain merupakan rekan kerja korban.


"Kami heran dan terkejut bang saat kami dapati korban sudah bersimbah darah. Dadanya berlobang diduga ditombak kawan kerjanya pakai alat tojok buah kelapa sawit. Keheranan kami karena setahu kami si terduga pelaku R ini baru sehari kerja di kebun sawit itu. Entahlah. Tah apa motifnya. Kami pun belum tau juga," bilang warga.


Disisi lain, saat bersamaan, R juga dilarikan warga ke Puskesmas Talun Kenas. Kepala Puskesmas Talun Kenas dokter Herlina Sembiring dalam keterangannya mengatakan R sudah dirawat secara intensif dan sesuai pemeriksaan, kondisi R tidak terlalu parah. 


Sedangkan penyebab yang dialami R, dirinya  menyarankan agar menanyakannya kepada pihak kepolisian, sebab pihak kepolisian yang mendampingi pada saat dibawa ke Puskesmas.


Sementara itu, hingga Minggu dini hari, awak media belum berhasil mendapat keterangan dari R maupun pihak keluarga.


"Maaf bang. R belum bisa ngomong. R belum bisa jawab apa yang ditanyakan. Lihatlah kondisinya ini. Nggak gerak - gerak pun dia," ujar seorang wanita mengaku sebagai ibu terduga pelaku. (ET)

Share:
Komentar

Berita Terkini