BI Sumut Imbau Masyarakat Bijak dalam Berbelanja dan Penukaran Uang Rupiah

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 26 April 2022 - 19:47
kali dibaca
Ket Foto : Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut,  Doddy Zulverdi dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di Kantor BI Provinsi Sumut secara hybrid, Selasa (26/4/2022) siang.

Mediaapakabar.com
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) dihimbau agar lebih bijak dalam berbelanja, sehingga stabilitas harga bahan pokok di Lebaran mendatang tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut,  Doddy Zulverdi dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar di Kantor BI Provinsi Sumut secara hybrid, Selasa (26/4/22) siang.


Dalam BBM tersebut, Doddy Zulverdi yang didampingi  Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Ibrahim dan Azka Subhan, menyampaikan informasi terkait perkembangan ekonomi terkini, serta perkembangan pemenuhan kebutuhan uang kartal selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. 


Doddy menjelaskan, sejalan dengan ekonomi nasional, pemulihan ekonomi Sumut tahun 2022 berjalan secara gradual (bertahap, red). Pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2022 juga masih diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya dengan kisaran 3,7-4,5 persen didorong terus meluasnya vaksinasi yang dapat mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat, serta tetap tingginya harga komoditas utama yang dapat menjaga kinerja ekspor Sumut.


“Akan tetapi perlu diwaspadai sejumlah faktor yang dapat menahan pertumbuhan, seperti merebaknya varian baru Covid-19 dan masih berlanjutnya konflik geopolitik internasional yang dapat mendorong investor untuk berperilaku wait and see,” jelasnya.


Doddy mengungkapkan, peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, berpotensi mendorong kenaikan harga. Pada Maret 2022, inflasi mencapai sebesar 0,71  persen (mtm) atau 3,26 persen (yoy) yang didorong kenaikan harga tanaman hortikultura seperti cabai merah.


Berdasarkan pengamatan hingga menjelang Idul Fitri, harga beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir cenderung mengalami peningkatan. Sementara itu, harga komoditas daging sapi, cabai merah, serta cabai rawit terpantau menunjukkan tren penurunan, dan untuk harga komoditas pangan lainnya relatif stabil.


Sebagai antisipasi kenaikan harga pada masa Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HKBN) serta untuk memastikan ketersediaan barang di pasar, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatara Utara dan TPID kabupaten/kota bersama Satgas Pangan dan Bulog telah melaksanakan monitoring harga dan sidak pasar selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.


Untuk itu, Doddy kembali mengimbau agar masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar kestabilan harga tetap terjaga.


Sementara itu, Inflasi Sumut pada April 2022 diperkirakan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, khususnya pada komponen volatile food (komoditas hortikultura dan perikanan) seiring dengan melimpahnya pasokan (musim panen) yang juga didukung dengan cuaca yang baik. Secara keseluruhan tahun 2022, inflasi Sumut diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun 2021, namun masih dalam rentang sasaran 3%±1 persen.


Sebelumnya, Doddy Zulverdi juga memaparkan pemulihan ekonomi global yang diperkirakan tetap berlanjut meski lebih rendah menjadi 3,5 persen dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 4,4 persen.


"Kondisi tersebut didorong masih berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang berdampak pada pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan berada pada angka 4,5-5,3 persen lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 4,7-5,5 persen dipengaruhi volume ekspor yang tertahan seiring dengan lebih rendahnya ekonomi dan volume perdagangan global," tuturnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini