5 Pengusaha Rusia Bunuh Diri, 4 Terkait Raksasa Migas Gazprom

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 30 April 2022 - 08:26
kali dibaca
Ket Foto : Lima pengusaha Rusia disebut bunuh diri dalam tiga bulan terakhir. Empat orang di antaranya merupakan pejabat eksekutif di raksasa migas Gazprom. (Istockphoto/Nito100).

Mediaapakabar.com
Lima pengusaha Rusia disebut bunuh diri dalam tiga bulan terakhir. Empat orang di antaranya terkait dengan perusahaan raksasa migas Gazprom dan salah satu anak perusahaannya.

RIA Novosti, media pemerintah setempat, seperti dilansir dari CNN, Sabtu (30/4/2022), mengidentifikasi pria yang bunuh diri itu sebagai Leonid Shulman. Ia adalah pejabat eksekutif yang mengepalai transportasi di Gazprom Invest.


RIA melaporkan Shulman meninggal di pondoknya di desa Leninsky dekat Leningrad pada 30 Januari 2022 lalu.


Sebulan setelahnya atau pada 25 Februari 2022, eksekutif puncak lain di Gazprom, ditemukan tewas di garasi rumahnya di desa yang sama, yaitu Alexander Tyulakov. Novaya Gazeta, media independen Rusia, Tyulakov meninggal karena bunuh diri.


Kemudian Mikhail Watford, miliarder Rusia kelahiran Ukraina ditemukan tewas di rumahnya di Surrey, Inggris, pada 28 Februari 2022. Polisi setempat menyebut kematian Watford diselidiki oleh ahli koroner dan sidang akan digelar pada 29 Juli nanti.


Selanjutnya, Vasily Melnikov, ditemukan tewas bersama keluarganya di Nizhny Novgorod pada akhir Maret lalu. Kommersant, media Rusia, menyebut pria 43 tahun itu ditemukan tewas ditikam bersama sang istri, dan dua anak-anaknya yang berusia 4 dan 10 tahun.


Menurut Komite Investigasi Rusia, Melnikov diketahui memiliki MedStom, perusahaan perlengkapan medis. Komite juga belum merilis nama Melnikov, namuan Kommersant menyimpulkan bahwa insiden itu melibatkan pebisnis Rusia Melnikov dan keluarganya.


Komite Investigasi Rusia menyebut tidak ada tanda-tanda masuk paksa ke apartemen. Sebilah pisau yang ditemukan telah disita. "Penyelidik sedang mempertimbangkan beberapa versi soal apa yang terjadi, termasuk pembunuhan anak-anak dan istri oleh kepala keluarga, diikuti oleh kematian diri sendiri," tulis Komite.


Lalu, pada 18 April, Kantor Berita Rusia Tass melaporkan Vladislav Avayev, pengusaha Rusia lainnya ditemukan tewas bersama istri dan putrinya di apartemen mereka di Moskow. Tass menyebut pihak berwenang setempat menyelidiki kematian Avayev sebagai kasus bunuh diri-pembunuhan.


Yulia Ivanova, Komite Investigasi Moskow, mengatakan mayat Avayev dan keluarganya ditemukan setelah sopir keluarga dan pengasuh mereka kesulitan menghubungi melalui telepon. Mereka pun tidak bisa masuk ke apartemen karena pintu terkunci dari dalam.


Igor Volobuev, mantan wakil presiden Gazprombank, mengaku tidak percaya dengan berita bunuh diri Avayev. 


"Pekerjaannya berurusan dengan perbankan swasta, klien VIP. Dia bertanggung jawab untuk sejumlah besar uang. Apa dia bunuh diri? Saya rasa tidak."


Sehari setelahnya atau 19 April 2022, Sergey Protosenya, mantan eksekutif perusahaan gas Novatek, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Gazprom, juga ditemukan tewas di rumah mereka di Lloret de Mar, resor Mediterania di utara Barcelona. Mayat istri dan putrinya ditemukan di dekat bodi Protosenya.


Saat penyelidikan, jenazah istri dan anak Protosenya menunjukkan tanda-tanda telah mengalami kekerasan. Sementara, jenazah sang kepala keluarga ditemukan di kebun pekarangan rumah. Kasus ini juga diselidiki sebagai kasus pembunuhan-bunuh diri.


Putra Protosenya, Fedor, yang saat kejadian berada di Prancis mempertanyakan kematian keluarganya. Ia menampik bahwa ayahnya melakukan pembunuhan terhadap keluarganya.


"Ia mencintai ibu saya, terutama Maria, saudara perempuan saya. Dia tidak akan pernah bisa melakukan apapun untuk menyakiti mereka," terang dia. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini