Warga Sei Nadoras Kecewa Jembatan Senilai Rp 1,4 Miliar Tidak Berfungsi Secara Total

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 17 Maret 2022 - 16:44
kali dibaca
Ket Foto : Jembatan senilai Rp1,4 miliar di Desa Sei Nadoras, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) dinilai tidak tepat sasaran dan tidak ada manfaatnya oleh masyarakat pengguna jalan via lintas Silau Jawa dan Kampung Baru.

Mediaapakabar.com
- Jembatan senilai Rp1,4 miliar di Desa Sei Nadoras, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) dinilai tidak tepat sasaran dan tidak ada manfaatnya oleh masyarakat pengguna jalan via lintas Silau Jawa dan Kampung Baru.

Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan mengingat kondisi jembatan yang dibuat dengan kemiringan sekitar 40 derajat, yang berakibat untuk menuju ke jembatan mobil tidak berani melintasi dari jembatan tersebut karena takut mobil tidak kuat untuk mendakinya, demikian yang disampaikan oleh masyarakat pengguna jalan kepada beberapa awak Media di lokasi jembatan pada hari Rabu (16/03/2022).


Salah satu tokoh masyarakat Desa Sei Nadoras, Kusni Butar-Butar (58) menyayangkan uang negara yang berasal dari uang rakyat yang digunakan untuk membangun jembatan yang jumlahnya bukanlah sedikit.


Namun, setelah jembatan terbangun jembatan tidak bisa kami manfaatkan sebagai pengguna jalan, akan sia-sia jembatan ini bila tidak segera diperbaiki.


Sementara itu, di tempat yang sama awak media mencoba mencari informasi kepada petugas PUPR yang ada di lokasi jembatan, R, Manurung (dari UPT PUPR Kecamatan Bandar Pasir Mandoge), kepada awak Media R, Manurung menjelaskan untuk masa pengerjaan memang pihak PT CLEOSA CIKAL FUTURISTIK sudah habis waktunya sejak 05 Desember 2021 yang lalu.


Namun, kepada pihak PT. CLEOSA CIKAL FUTURISTIK selaku pemborong dari jembatan yang sedang bermasalah di Desa Sei Nadoras, diberi perpanjangan waktu 90 hari Kedepan yang dihitung dari batas akhir masa pengerjaanya yaitu 05 Desember 2021.


Namun saat disinggung tentang kemungkinan selesainya jembatan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna jalan dengan penambahan waktu 90 hari yang tinggal beberapa hari lagi.


R Manurung menjawab bahwa itulah yang belum bisa kita pastikan bang, sebab menurut pengakuan pihak pemborong jembatan dananya sudah tidak ada lagi bang.


Menindak lanjuti dari keterangan petugas UPT PUPR Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak PPK PUPR Kabupaten Asahan, melalui via telepon, Kamis, 17 Maret 2022.


Ia mengatakan jika yang bermasalah orbitnya , kan ada waktu 90 hari Kedepan kepada pihak pemborong untuk menyelesaikan jembatan tersebut, jawab pak Rambe melalui pesawat telepon.


Namun saat disinggung kemungkinan selesainya dengan waktu 90 hari yang tinggal beberapa hari lagi Pak Rambe menjawab, "yah bagaimana mau selesai orang dananya belum cair kok," sambil mengakhiri jawaban dengan alasan lagi rapat.


Mengurai keterangan dari Dinas PUPR Asahan, baik melalui petugas UPL PU kecamatan Bandar Pasir Mandoge maupun petugas PPK nya, tentunya ada pertanyaan besar yang didapat, kenapa seakan-akan pihak Dinas PUPR Asahan terkesan pasrah dengan jawaban dari pihak pemborong/kontraktor, dan kenapa dengan nilai dana  Rp. 1. 469. 997.888,05 dianggap masih terlalu kecil sehingga pihak Dinas PUPR terkesan tidak berani mengambil tindakan tegas kepada pihak PT.CLEOSA CIKAL FUTURISTIK sebagai pelaksana proyek. (HEN)

Share:
Komentar

Berita Terkini