Vaksinasi Covid-19 di Sumut Dosis I Capai 91,61% dan Dosis II 68,78%

Media Apa Kabar
Minggu, 06 Maret 2022 - 19:36
kali dibaca

Foto: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengikuti Rapat koordinasi (Rakor) pembahasan perkembangan kasus covid-19 dan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untik luar Jawa dan Bali secara virtual bersama Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato di Taman Edukasi Cakra , Jalan Pantai Bunga Delitua, Deliserdang, Minggu (6/3/2022).

Mediaapakabar.com-
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama para pemangku kepentingan terkait terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan peningkatan kasus Covid-19. Hingga saat ini capaian vaksinasi dosis I sudah menyentuh angka 91,61%, dosis II 68,78% dan dosis III atau booster 6,43%.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan perkembangan kasus Covid-19 dan evaluasi PPKM di luar Jawa dan Bali, secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin serta lainnya. 

"Manuver bantuan dari TNI dan Polri bersama pemangku kepentingan lainnya sangat membantu percepatan vakinasi di Sumut," ungkap Edy Rahmayadi di Taman Edukasi Cakra, Jalan Pantai Bunga Delitua Deliserdang, Minggu (6/3). Hadir di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis serta Satgas Covid-19 Sumut. 

Untuk tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit dan terintegrasi di Sumut masih terisi 27,45%. Secara umum keterisian tempat tidur menunjukkan penurunan dalam 14 hari terkahir, namun keterisian tempat tidur ICU RS sedikit ada peningkatan. 

"Untuk tempat isolasi sampai saat ini tidak terkendali Pak, begitu juga oksigen dan obat-obat juga tidak terkendali, bila ada kendala segera kami laporkan," kata Edy Rahmayadi. 

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di daerah ini, dilaporkan terjadi peningkatan kasus positif dan yang meninggal dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut diduga karena bertepatan dengan hari libur dan terjadinya mobilitas masyarakat di beberapa daerah di Sumut. Sementara kasus meninggal terjadi berdasarkan data adalah lansia yang komorbid dan belum divaksin. 

"Kami laporkan Pak, terjadi kenaikkan 200 kasus dari hari sebelumnya, dimana saat ini sebanyak 1.174 kasus posotif. Meninggal 10 orang, begitu pula yang mengalami peningkatan sebanyak 1.066 orang," ucap Edy.

Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato kesempatan itu mengingatkan semua di luar Jawa dan Bali untuk mendukung vaksinasi dosis II, terutama lansia dan anak sesuai Arahan Presiden RI, meski di beberapa daerah sudah mulai dilandai. 

"Saya minta seluruh provinsi untuk dapat terus menekan kasus terus melandai, agar memasuki bulan Ramadhan segala aktivitas ibadah masyarakat dapat berjalan dengan baik," ucap Airlangga. 

Selain itu, Airlangga juga mengingatkan kegiatan masyarakat untuk menjaga menjaga protokol kesehatan (prokes) dan diharapkan segala kegiatan dapat menggunakan aplikasi peduli lindungi agar dapat terpantau oleh Satgas Covid-19. 

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus harian di luar Jawa mulai melandai, namun tingkat kematian mengalami peningkatan, karena banyaknya lansia yang belum divaksin. Kemudian beberapa provinsi juga diketahui perawatan pasien yang terjadi meskipun jumlah kasus menurun, antara lain di Kalimantan dan Sumbar. 

"Bagi pasien covid yang tidak mengalami gejala dan ringan untuk melakukan perawatan atau isolasi mandiri. Sementara pada lansia yang memiliki komorbiditas dan belum divaksin untuk segera dirawat di RS atau Isolasi terpadu (isoter)," katanya. 

Budi juga meminta percepatan vaksinasi harus dikejar terutama Dosis II yang dilihat masih rendah. Sedangkan untuk ketersedian obat menurut Budi masih terkendali di seluruh RS di luar Jawa dan Bali. (MC/Red)



Share:
Komentar

Berita Terkini