Ukraina Minta Indonesia Bersikap Tegas Soal Rusia

Media Apa Kabar
Jumat, 18 Maret 2022 - 08:27
kali dibaca
Foto: Seorang perempuan bersama seorang anak dievakuasi dari sebuah gedung apartemen yang terkena tembakan artileri Rusia di Kyiv, Ukraina (16/3).

Mediaapakabar.com
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin memahami posisi tertentu secara geografis dan menilai invasi Rusia ke Ukraina merupakan perang lokal. Namun, ia berharap negara-negara di dunia dapat membantu dalam memerangi perang tersebut.

Untuk Indonesia, Vasyl berharap agar pemerintah Indonesia tegas dengan kutukan serangan dan menyebut para pelakunya dengan jelas.

"Jika Anda tidak menyebutkan dengan jelas memeriksa penyerangnya itu hanya seperti bayangan yang tidak jelas," ujar Vasyl Hamianin dalam diskusi berani yang dilakukan Jakarta Foreign Correspondents Club pada Rabu (16/03/2022).

Menurut Vasyl Hamianin, seperti d ilansir dari VOAIndonesia.com, Ukraina tidak mengharapkan dukungan militer dari Indonesia. Namun, upaya yang serius dan nyata diharapkan dapat dihentikan dengan segera. Sebab, kata dia, Ukraina tidak memiliki waktu untuk bernegosiasi jangka panjang yang bertahun-tahun.

Selain itu, Ukraina berharap Indonesia dapat memberi bantuan kemanusiaan kepada warga sipil seperti obat-obatan, generator, dan selimut.

"Berdoa dengan Ukraina dan dukungan nyata apapun yang bisa kami dapat," tambahnya.

Vasyl berpandangan Indonesia yang memegang Presidensi  Group of Twenty  (G20) memiliki pengaruh yang kuat dibandingkan periode sebelumnya. Karena itu menilai Indonesia juga memiliki dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Pengamat: Indonesia Jangan Ikut Genderang Ukraina

Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana menyarankan tidak mengikuti keinginan Ukraina dalam konflik kedua negara. Menurutnya, keberpihakan Indonesia ke salah satu negara justru akan membuat posisi Indonesia sulit dalam mendamaikan kedua negara.

Namun, kata dia, kondisi sekarang agak sulit karena sikap Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang terkesan berpihak ke Ukraina.

"Jadi Kemenlu harus datang ke Rusia dan meminta maaf karena telah mengambil keputusan yang tidak mendalam," jelas Hikmahanto kepada VOA, Kamis (17/3).

Hikmahanto menambahkan Indonesia juga dapat mendukung Amerika Serikat dan NATO untuk tidak menerima Ukraina sebagai anggota NATO. mendorong PBB Termasuk mengeluarkan resolusi agar Ukraina menjadi negara yang netral.Dengan langkah ini, ia menilai Indonesia dapat memiliki peluang sebagai penengah dalam merencanakan perang antara Rusia dan Ukraina.

“Indonesia melakukan ini bukan Indonesia sebagai sebuah negara tapi Indonesia sebagai presiden G20,” tambahnya.

Sebaliknya, kata dia, Indonesia diserang dimusuhi Rusia dan menjadi daftar negara yang tidak bersahabat jika terus berpihak kepada Ukraina. Menurutnya, kondisi ini akan membuat Indonesia yang masih memerlukan investasi dan suku cadang pesawat dari Rusia. (VIC/MC)


Share:
Komentar

Berita Terkini