Transaksi E-Commerce Diperkirakan Naik Rp526 Triliun

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 25 Maret 2022 - 18:46
kali dibaca
Ket Foto : Bank Indonesia (BI) di tahun 2022 memproyeksikan transaksi e-commerce naik menjadi Rp526 triliun atau sebesar 31,2 persen dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp401 triliun.

Mediaapakabar.com
Bank Indonesia (BI) di tahun 2022 memproyeksikan transaksi e-commerce naik menjadi Rp526 triliun atau sebesar 31,2 persen dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp401 triliun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulverdi mengatakan hal itu pada pembukaan Pre – Event (Road to) FEKDI). Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara 2022: Semarak Digital Sumut," yang digelar secara virtual, Jumat (25/3/22).


Dalam kegiatan tersebut, diisi tiga pembicara yang juga secara virtual yakni Sinta Setyaningsih selaku Vice President (VP) Public Affairs PT Visioner International (OVO), Tricia Iskandar selaku VP Public Policy & Government Relations PT Gojek Indonesia dan Lyodra Ginting, Public figure/influencer yang juga penyanyi.


Doddy menjelaskan pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) juga tumbuh 41,35 persen (yoy)  mencapai  Rp27,1  triliun  dan  nilai  transaksi digital banking meningkat 46,53 persen (yoy) menjadi Rp3.732,8 triliun.


“Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi,” katanya.


Dia menjelaskan,  faktor kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online dapat mendukung UMKM dalam mempertahankan pendapatan dan bisnis di tengah pandemi Covid-19.


Sebagai Otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia, tambahnya, Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang CEMUMUAH (cepat, mudah, murah, aman, dan handal) sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi.


Peningkatan akseptansi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja secara daring perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia. Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk pengembangan infrastruktur BI-FAST dan akseptasi transaksi QRIS melalui perluasan layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat.


“BI-FAST merupakan layanan fast payment yang dikembangkan Bank Indonesia sejak Desember 2021 untuk menciptakan infrastruktur SP ritel,” jelasnya.


Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia, biaya per biaya per transaksi dari Penyedia Jasa Pembayaran ke nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500. BI-FAST diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi bagi masyarakat umum dan pelaku usaha.


"BI akan terus mendorong terwujudnya SP digital melalui fast payment sebagai game changer dalam mendukung pengembangan keuangan digital dan pemulihan ekonomi,” ujar Doddy.


Lebih lanjut, guna meningkatkan konsumsi masyarakat, Bank Indonesia juga mendorong penggunaan $uick ReSponse Code Indonesian Satandard (QRIS) di berbagai komunitas. Bank Indonesia berkomitmen untuk mendorong jumlah pengguna QRIS melalui Program 15 juta Pengguna Baru di tahun 2022.


Untuk mendukung capaian tersebut, Sumatera Utara ditargetkan dengan penambahan 980 ribu pengguna baru QRIS atau secara akumulatif menjadi 1,34 juta pengguna QRIS di akhir tahun 2022.


Untuk itu Bank Indonesia bersama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran akan terus berupaya memberikan kemudahan dalam pemanfaatan transaksi non tunai di berbagai lapisan masyarakat.


“Pada talkshow kali ini, kami menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten, baik dari sisi penyedia jasa pembayaran, SuperApp, maupun perwakilan konsumen,” jelasnya.


Doddy berharap Semarak Digital Sumut dapat menjadi salah satu kegiatan yang dapat membuka wawasan para pelaku usaha, masyarakat umum termasuk di antaranya generasi muda untuk memanfaatkan kanal digital dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini