Tersangka Bebas Berkeliaran, Dwi Ngai Sinaga Kecewa Terhadap Kinerja Polsek Medan Baru

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 14 Maret 2022 - 23:30
kali dibaca
Ket Foto : Dwi Ngai Sinaga SH MH (kiri) dan tersangka dikabarkan bebas berkeliaran. 

Mediaapakabar.com
Dwi Ngai Sinaga SH MH bersama sejumlah advokat sebagai kuasa hukum Romulo Makarios Sinaga menyayangkan kinerja Polsek Medan Baru. 

Pasalnya, hingga kini Polsek Medan Baru belum melakukan tindakan apapun terhadap tersangka M. Hamonangan, warga Jalan Sei Tuntungan Baru, Kecamatan Medan Baru. Mirisnya lagi, tersangka bebas berkeliaran tidak dilakukan penahanan.


"Publik sudah mengetahui adanya kasus oknum polisi beking rentenir Iptu TS dan sebagai rentenir M. Hamonangan. Sudah cukup lama kasus ini berjalan hingga proses penetapan tersangka sudah dilakukan, tapi belum ada proses apapun. Atas dasar ini kami sebagai kuasa hukum korban sangat kecewa atas proses hukum yang dilakukan Polsek Medan Baru," ucap Dwi Ngai Sinaga SH MH yang didampingi Bennri Pakpahan SH, dan Angelius Agustinus Simbolon SH kepada wartawan, Senin (14/3/2022).


Ia mengatakan sejak awal kasus bergulir di bulan Mei 2021 proses hukum berjalan termasuk adanya sidang kode etik dari kepolisian hingga dilakukan gelar perkara.


"Secara bertahap dari sejak awal kode etik disiplin kepolisian sudah berjalan. Lalu melakukan gelar perkara, dimana seluruh proses hukum terkesan lama karena dari pergantian Kapolsek hingga Kanit di Polsek Medan akhirnya ditetapkan tersangka.Ini awalnya kita sambut baik karena hukum benar-benar berjalan, " katanya.


Namun, kata Dwi saat awal penetapan tersangka atas nama M.Hamonangan justru tersangka mengajukan permohonan kepada pihak kepolisian.


"Kasus ini sudah dipisahkan dimana oknum polisi masih berproses di Polrestabes Medan, tapi untuk oknum sipil sudah dinyatakan tersangka.Tapi, faktanya belum dilakukan penahanan hingga saat ini," ujarnya.


Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mempertanyakan hal tersebut kepada penyidik karena alasan medis justru tidak dilakukan penahanan.


"Akhirnya kami menunggu proses ini hingga di bulan Maret 2022 dilakukan proses pemanggilan kedua.Dan kembali kita dapat laporan tidak dapat dilakukan penahanan karena sesuatu hal termasuk dari sisi umur," papar Dwi.


Namun, sambung Dwi fakta tersebut berbanding terbalik karena tersangka dalam kondisi sehat. "Kita mendapatkan fakta dilapangan saat keluarnya surat pemanggilan kedua tersangka bukan dalam kondisi sakit. Kami punya bukti-bukti kuat, dimana tersangka bebas berkeliaran jadi ada apa dengan Polsek Medan Baru ini," kata Dwi.


Sementara itu, Bennri Pakpahan SH juga mempertanyakan hal tersebut karena seluruh fakta dilapangan sudah dimiliki. "Ini kami memiliki rekaman video tersangka bebas berkeliaran.Jangan jadikan alasan sakit atau hal lainnya, tapi polisi tidak bisa bertindak," katanya.


Dalam hal ini, sambung Dwi, kita berharap agar proses hukum bisa berjalan dengan seadil-adilnya.


"Harusnya polisi disini jeli jika dengan alasan faktor usia atau sakit atau hal lainnya seseorang bisa bertindak sesuka hati terhadap hukum.Lihat saja fakta yang kami temukan di lapangan berarti tersangka menunjukkan bahwa dirinya kebal terhadap hukum atau sebaliknya hukum bisa dipermainkan," kata Dwi.


Ia berharap jajaran Polsek Medan Baru dapat menegakan aturan hukum yang pasti. "Jangan penyidik itu terbuai dengan alibi tersangka. Marilah kita tegakan hukum yang seadil-adilnya. 


"Dan kasus sudah berjalan sangat lama hampir seluruh pihak sudah bicara dari pihak legislatif hingga kalangan wartawan karena klien kami ini merupakan wartawan juga," ucap Dwi yang merupakan tim LBH Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boruna (PPTSB) se-Dunia ini sembari meminta agar tersangka dilakukan penahanan sampai dilakukan pelimpahan kepada kejaksaan. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini