Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Terbit Rencana, Polda Sumut Periksa Ketua DPRD Langkat

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 19 Maret 2022 - 22:32
kali dibaca
Ket Foto : Kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin.

Mediaapakabar.com
Polda Sumut memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Peranginangin, yang merupakan adik kandung Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Dewa Perangin-angin, anak kandung TRP pun sudah diperiksa Polda Sumut pada 18 Februari 2022 kemarin, namun statusnya masih saksi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan pemeriksaan Ketua DPRD Langkat itu soal dugaan keterlibatan dirinya dalam pengelolaan kerangkeng manusia yang menyebabkan kematian.


"Hari ini penyidik memeriksa Sribana terkait kerangkeng. Dia diduga mengetahui kerangkeng tersebut, Ketua DPRD Langkat," kata Kombes Hadi Wahyudi, Sabtu (19/3/2022).


Juru bicara Poldasu itu mengatakan, pemeriksaan oknum Ketua DPRD Langkat masih sebagai saksi dan baru kali pertama diperiksa setelah adanya temuan penghilangan nyawa di kerangkeng  rumah kakak kandungnya tersebut.

 

"Status sebagai saksi," sebutnya.


Hadi menyebutkan, sejauh ini Polda Sumut menyatakan 3 orang tewas akibat dugaan penganiayaan yang terjadi di kerangkeng milik Ketua Cana, sapaan akrab TRP. Namun baru dua makam yang dibongkar, yakni makam Sarianto Ginting dan Abdul Sidik.


Abdul Sidik tewas setelah sepekan lebih ditahan. Dia masuk ke kerangkeng pada 14 Februari 2019, meninggal 22 Februari 2019.


Sementara itu Sarianto Ginting (35), tewas setelah empat hari dikerangkeng. Dia masuk ke kerangkeng sejak 12 Juli 2021 dan tewas pada 15 Juli 2021.


Selain itu, korban tewas kerangkeng lainnya pria berinisial U terjadi pada 2015 lalu. Polisi belum mau membeberkan lebih lanjut soal U yang diduga korban tewas dianiaya.


Dalam kasus ini, Polda Sumut telah memeriksa lebih dari 75 saksi, termasuk anak kandung Bupati Langkat nonaktif, Dewa Perangin-angin.


Dewa disebut-sebut terlibat dalam penyiksaan tahanan hingga berujung maut dan berpotensi menjadi tersangka. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini