Telepon Biden, Presiden Ukraina Minta Dukungan Keamanan dan Keuangan

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 07 Maret 2022 - 09:41
kali dibaca
Ket Foto : Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melalui hubungan telepon yang berlangsung sekitar 30 menit.

Mediaapakabar.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melalui hubungan telepon yang berlangsung sekitar 30 menit.

"Sebagai bagian dari dialog terus-menerus, saya melakukan percakapan lain dengan @POTUS," tulis Zelensky di Twitter.


"Agendanya termasuk masalah keamanan, dukungan keuangan untuk Ukraina dan kelanjutan sanksi terhadap Rusia,” lanjutnya dikutip dari okezone.com, pada Senin, 07 Maret 2022.


Gedung Putih mengatakan Biden melakukan panggilan telepon dengan Zelensky pada Sabtu (5/3/2022) malam. 


Biden menyoroti tindakan berkelanjutan yang dilakukan AS, sekutu dan mitranya, dan industri swasta untuk meningkatkan biaya pada Rusia atas agresinya di Ukraina," dalam “Secara khusus, dia menyambut baik keputusan malam ini oleh Visa dan Mastercard untuk menangguhkan layanan di Rusia.


“Presiden Biden mencatat bahwa pemerintahannya meningkatkan bantuan keamanan, kemanusiaan, dan ekonomi ke Ukraina dan bekerja sama dengan Kongres untuk mengamankan dana tambahan,” terangnya.


Menurut sumber yang mengetahui sesi tersebut, Zelensky juga meminta bantuan AS dalam membangun zona larangan terbang di atas Ukraina selama panggilan Zoom dengan anggota parlemen AS pada Sabtu (5/3/2022) pagi.


Zelensky dan para pemimpin Ukraina lainnya telah berulang kali memohon kepada NATO dan pejabat Barat untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina, sebuah langkah yang dapat mencegah pasukan Rusia melakukan serangan udara terhadap negara mereka.


Dalam panggilan Zoom, Zelensky juga meminta senator AS untuk memberikan sanksi yang lebih besar terhadap Rusia, termasuk pada energi, dan untuk lebih banyak bantuan militer yang diarahkan ke pasukan Ukraina. Dia berterima kasih kepada AS atas dukungan yang telah diberikannya sejauh ini, tetapi pesan keseluruhannya adalah bahwa negaranya membutuhkan lebih banyak bantuan karena berusaha melawan invasi Rusia.


Zelensky juga berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett, tak lama setelah Bennett melakukan pertemuan selama tiga jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.


Meskipun Israel adalah sekutu utama AS, Bennett telah berusaha menjaga hubungan baik dengan Rusia. Atas permintaan Zelensky, Israel telah menawarkan diri untuk menengahi konflik antara Rusia dan Ukraina.


Sejak invasi Rusia ke Ukraina, kedua pemimpin telah berbicara setidaknya lima kali.


Gedung Putih mengatakan Biden menegaskan kembali keprihatinannya tentang serangan Rusia baru-baru ini terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, dan dia memuji keterampilan dan keberanian operator Ukraina yang telah menjaga reaktor dalam kondisi aman.


Tetapi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada Jumat (4/3/2022) bahwa zona larangan terbang bukanlah pilihan yang dipertimbangkan oleh aliansi.


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Jumat (4/3/202×) bahwa pembentukan zona seperti itu dapat menyebabkan perang penuh di Eropa. Namun dia menegaskan Washington akan terus bekerja dengan sekutunya untuk memberi Ukraina sarana untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia. (OC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini