Suryo Kentjoro Minta Polisi Segera Tindaklanjuti Laporan Kasus Dugaan Pencurian

Aris Rinaldi Nasution
Sabtu, 19 Maret 2022 - 23:55
kali dibaca
Ket Foto : Suryo Kentjoro Lie SH MH selaku Kuasa Hukum Dewi.

Mediaapakabar.com
Polrestabes Medan diminta untuk segera menindaklanjuti kasus dugaan pencurian barang milik korban bernama Dewi yang telah dilaporkan sejak 7 bulan yang lalu.

Hal itu disampaikan Suryo Kentjoro Lie SH MH selaku Kuasa Hukum Dewi kepada wartawan, Sabtu, 19 Maret 2022. Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus dugaan pencurian tersebut di Polresta Medan sejak tanggal 16 Juli 2021. 


"Memang kita sudah laporkan ke Polrestabes, tetapi sejauh ini sudah ada pemberitahuan perkembangan laporan ini dari penyidik, cuma terakhir masih ada yang belum diambil keterangannya si LC, karena berdasarkan surat keterangan sakit. Harapan saya, saya yakin kepada Polisi laporan klien saya ini ditindaklanjuti, supaya klien kita ini mendapat suatu kepastian hukum," ungkap Suryo Kentjoro.


Nah tak hanya itu, Surya juga menegaskan bahwa menurutnya perbuatan pelaku sudah melanggar pasal  365 ayat 1.


"Tindakan mereka ini, masuk ke rumah orang tanpa ijin diikutsertakan pengancaman. Saya lebih cenderung mereka sudah melanggar Pasal 365 ayat 1, mengambil milik orang, merampas tanpa seijin orang dan ada pengancaman kalau gak salah katanya 'jangan kamu berteriak, dengan uang Rp 1 Miliar akan saya masukkan anda'," tegasnya.


Suryo Kentjoro juga berharap kepada pihak Polresta Medan untuk serius menangani perkara kliennya itu. Menurutnya atas peristiwa tersebut, kliennya beserta keluarga masih trauma.


"Bayangkan, mereka masuk ke rumah main terobos saja. Terus tanpa ijin dari klien kita, mereka langsung mengambil barang-barang milik klien kita. Mereka datang tidak ada membawa petugas maupun Kepling," jelasnya.


Selain itu Suryo juga menyebutkan bahwa setelah menyita barang-barang milik kliennya, Wahyuni menelpon seseorang dan menyuruh keponakan kliennya untuk membuat surat pernyataan yang dipandu lewat handphone. 


"Kata ponakan klien saya yang masih dibawah umur, si W menelpon seseorang, katanya yang di telponnya itu pengacaranya. Ponakan klien saya dalam surat perjanjian itu disebut sudah mendapat kuasa dari klien saya baik lisan maupun tertulis dari Dewi dan suaminya untuk memberikan barang apabila ada yang mau mengambil barang. Padahal sama sekali tidak ada. Ponakan klien saya menulis pernyataan itu sambil nangis-nangis. Menurut saya ini suatu unsur paksaan dan tidak sah menurut hukum," ungkapnya.


Di kesempatan yang sama, Dewi mengungkapkan bahwa atas dugaan pencurian barang-barang miliknya, Dewi mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta.


"Kejadiannya itu tanggal 11 juli 2021, dia datang tiba-tiba di sore hari. Itu pas saya lagi di kamar, kondisi saya lagi sakit. Saya bilang sama mertua saya, kalau ada yang datang bilang besok saja karena pada saat itu juga nenek saya baru meninggal. Terus pas dia datang mertua saya buka pintu, datang dibilang besok saja baru datang. Cuma dia gak mau tau, katanya dia sudah telepon kepling, cuma keplingnya gak ada datang dan dia pun masuk. Pas dia masuk mertua saya masih didepan. Pada saat itu yang masuk 5 orang, laki-laki 2 dan perempuan 3. Habis itu dia ambil handphone, dan masuk ke kamar saya yang dibawah dan ambil laptop juga, terus digeledah semua. 


Sedihnya, saat peristiwa tersebut kata Dewi, anaknya yang baru berusia 9 tahun sempat rebutan handphone dengan pelaku.


"Terus handphone yang di tangan anak saya juga diambil, rebutan handphone dia dengan anak saya yang masih usia 9 tahun. Sampai nangis-nangis anak saya. Yang diambilnya, handphone, laptop, tas branded, perhiasan seperti yang di video itu. Terus setelah itu dia naik ke lantai atas, dia jumpai saya dan dia suruh saya turun kebawah. Pas turun kebawah, saya diancam, katanya 'cobalah kamu teriak, kalau kamu teriak Rp 1 M saya keluarkan, ini malam juga kamu bisa masuk kedalam. Jadi saya sudah gak berani mau teriak, karena orang itu ramai 5 orang," jelas Dewi dengan mata berkaca-kaca.


Dewi juga menyebutkan, peristiwa dugaan pencurian terhadap barang-barang berharga miliknya itu bermula dari macetnya pembayaran di arisan online. 


"Gara-garanya saya main arisan online sama dia sekitar setahun, lancar gak pernah mandet. Cuma karena covid usaha saya gak lancar, saya mandet dan saya minta waktu. Sampai saat ini barang saya tidak ada dikembalikan," jelas Dewi sembari berharap Polrestabes untuk segera menindaklanjuti laporannya.


Diketahui sebelumnya Dewi melaporkan W, J, L dkk ke Polresta Medan, pada Jum'at 16 Juli 2021. Laporan Dewi tersebut mengenai Pidana UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHPidana Pasal 365. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini