Rupiah dan IHSG Dihantui Gejolak Rusia-Ukraina

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 15 Maret 2022 - 19:52
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum beranjak jauh dari penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya. Kinerja IHSG terpantau bergerak flat dengan cenderung berada di dua zona. 

Jika perdagangan hari Senin (14/3/2022) lalu, IHSG berada di zona hijau, namun pada hari ini IHSG ditutup di zona merah. Pada hari ini IHSG ditutup turun 0.49 persen di level 6.918,18.


Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan, untuk di awal pekan perdagangan IHSG ditutup naik 0.43 persen. Jadi praktis IHSG tidak bergerak kemana-mana. 


IHSG masih menanti perkembangan Rusia-Ukraina yang terus berupaya untuk berunding di kedua belah pihak. Pada dasarnya hal tersebut bisa membuat kinerja IHSG membaik, namun perang yang memburuk bisa berdampak sebaliknya.


"Sejauh ini IHSG masih mampu bergerak dalam posisi yang lebih baik dibandingkan dengan kinerja bursa lainnya. Khususnya kinerja bursa di eropa, Amerika hingga mayoritas bursa di Asia. Akan tetapi yang menjadi kekuatiran pasar selanjutnya adalah kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS yang bisa membuat kinerja IHSG maupun Rupiah mengalami tekanan," katanya, Selasa (15/3/2022).


Gunawan menjelaskan, sejauh ini kinerja mata uang Rupiah di transaksikan stabil di kisaran 14.320-an per US Dollar. Masih bergerak sideways dan dalam posisi wait and see, investor masih berjaga-jaga untuk tidak banyak melakukan transaksi terlebih dahulu hingga benar-benar terlihat sentimen pasar.


"Terlebih jika kebijakan menaikkan bunga tersebut diambil pada saat bersamaan dengan perang yang memburuk. Maka dikatakan memberikan pukulan berganda pada kinerja pasar keuangan kita secara keseluruhan. Jadi memang di pekan ini ada potensi tekanan yang cukup besar pada pasar keuangan kita secara keseluruhan," jelasnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini