Pesepak Bola dan Atlet Nasional Wajib Dapatkan Perlindungan Jamsos

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 29 Maret 2022 - 18:14
kali dibaca
Ket Foto : Tim Gabungan Kemenaker RI bersama BPJamsostek melakukan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pesepak bola serta atlet profesional di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (29/3/2022).

Mediaapakabar.com
Tim Gabungan Kemenaker RI bersama BPJamsostek melakukan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pesepak bola serta atlet profesional di Hotel Le Polonia Medan, Selasa (29/3/22). Adapun peserta sosialisasi merupakan perwakilan dari 14 Klub sepakbola dari liga 2 dan 3 yang ada di Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker RI, Haiyani Rumondang, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari, Kadisnaker Pemprovsu, Baharuddin Siagian, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Panji Wibisana, Deputi Direktur Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan, Ady Hendratta.


Haiyani Rumondang mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan dianggap penting bagi para pesepak bola dan atlet untuk mendukung profesi mereka supaya fokus dalam berkompetisi tanpa harus memikirkan biaya pengobatan dan perawatan apabila risiko cedera menghampiri mereka saat latihan maupun pertandingan.


"Hadirnya BPJamsostek di tengah-tengah kita adalah wujud negara turut hadir dalam memenuhi kesejahteraan dan perlindungan bagi para atlet dan pesepak bola Indonesia," kata Haiyani.


Dita pun mengungkapkan hal yang sama, bahwa sinergi Kemnaker RI -BPJamsostek diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada para atlet dan menambah kesejahteraan melalui program-program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJamsostek.


"Harapannya seluruh atlet bukan hanya pesepakbola namun dari seluruh cabang olahraga tercover dalam program ini, kita juga meminta kepada BPJAMSOSTEK untuk percepatan akuisisi peserta khususnya para atlet," ungkap Dita.


Lebih lanjut, Baharuddin menuturkan, momen ini merupakan momen yang tepat sosialisasi ini diadakan di Sumatera Utara dikarenakan pada 2024 Sumatera Utara dan Aceh menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke XXI. 


"Kami berharap pada saat nantinya PON XXI diselenggarakan, seluruh peserta cabang olahraga dipastikan sudah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, jadi agar mereka fokus bertanding secara maksimal tanpa khawatir memikirkan biaya pengobatan jika terjadi cedera," ujar Baharuddin.


Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Panji Wibisana memaparkan beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh para atlet jika mereka sudah terlindungi program BPJamsostek. 


Panji menjelaskan,  setidaknya ada lima program yang diselenggarakan oleh BPJamsostek yakni Program Jaminan Hari Tua, Program Jaminan Kecelakaan Kerja, Program Jaminan Kematian, Program Jaminan Pensiun dan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.


Diantara kelima program tersebut, program yang sangat mendasar yang dapat dirasakan manfaatnya yakni program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian, yang dimana peserta mendapatkan fasilitas biaya unlimited untuk perawatan medis jika terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan, termasuk salah satu nya cedera yang dialami para atlet pada saat berlatih atau bertanding. 


Program lainnya yakni Program Jaminan Kematian yang apabila peserta meninggal dunia maka ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 42 juta rupiah, dan bagi yang mempunyai anak yang masih sekolah akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.


"Selain biaya perawatan medis yang unlimited hingga sembuh, Program JKK ini juga ada yang namanya santunan STMB (Sementara Tidak Mampu Bekerja) yang dimana peserta tetap memperoleh gaji mereka jika dinyatakan harus beristirahat oleh dokter dan tidak dapat beraktivitas selama dalam hitungan bulan," tutur Panji.


Menutup kegiatan tersebut secara simbolis dilakukan penyerahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja kepada para atlet yang cedera pada penyelenggaraan PON XX 2021 Papua lalu. 


Para atlet ini mendapatkan perawatan masing-masing sebesar Rp 152 juta, Rp 138 juta, Rp 134 juta yang mana angka tersebut merupakan total biaya perawatan cedera yang dibayarkan oleh BPJamsostek kepada Rumah Sakit hingga mereka sembuh dan dapat beraktifitas kembali. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini