Perang Rusia vs Ukraina Kian Sengit, Gudang Minyak di Kyiv Terbakar

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 11 Maret 2022 - 10:55
kali dibaca
Ket Foto: Pertempuran tentara Rusia vs Ukraina di pinggiran Ibu Kota Kyiv dilaporkan semakin sengit dan kondisi utara hingga barat laut ibu kota rusak parah. (REUTERS/MAKSIM LEVIN)

Mediaapakabar.com
Pertempuran tentara Rusia vs Ukraina di pinggiran Ibu Kota Kyiv dilaporkan semakin sengit pada Jumat (11/3/2022). Citra satelit Maxar Technologies menunjukkan pinggiran barat laut dan utara Kyiv termasuk Kota Chernihiv dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat pertempuran kedua kubu.

Gambar satelit yang diambil pada Kamis (10/4) menunjukkan tangki penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Antonov terbakar. Padahal, pangkalan tersebut di Hostomel itu telah dikuasai militer Rusia.


Kepulan asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi dari tanker-tanker yang terletak di ujung selatan pangkalan Antonov.


Hal senada juga dilaporkan reporter CNN Internasional, Clarissa Ward, langsung dari zona perang di Kyiv.


"Ada perkembangan yang mengkhawatirkan hari ini, yang merupakan peningkatan nyata aktivitas Rusia di timur Kyiv, yang dinamakan Kota Brovary. Kami melihat beberapa pertempuran yang sangat hebat di sana," ujar Ward dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat, 11 Maret 2022.


Ward menuturkan dia dan timnya juga melihat tank besar Rusia diserang menggunakan drone. Ia melihat video yang beredar bahwa pasukan Ukraina menembakkan rudal anti-tank seperti javelins ke konvoi pasukan Rusia di wilayah itu.


"Ada suara yang terdengar di video ini. Ternyata, suara tentara Rusia di unit tank itu mengatakan bahwa komandannya telah tewas," katanya.


Di saat bersamaan, Rusia juga dilaporkan telah membubarkan dan memindahkan sebagian konvoi militernya sepanjang 64 kilometer di pinggiran Kyiv lainya.


Gambar satelit Maxar Technologies menunjukkan konvoi militer Rusia itu sebagian besar dibubarkan dan dipindahkan ke hutan dan daerah pepohonan dekat Lubyanka, Ukraina.


Meski begitu, Ward memaparkan gempuran Rusia di wilayah lain terutama utara dan barat laut Kyiv justru semakin meluas.


"Ini tentu menjadi perhatian serius bagi semua orang di sini di kota ini bahwa Rusia tampaknya membuat permainan nyata, mendorong ke timur dan kemudian berpotensi, tentu saja, mendorong ke bawah, mungkin, tujuannya adalah untuk benar-benar mengepung kota (Kyiv). Dan sementara itu, begitu banyak warga sipil masih terjepit dan terjebak dalam pertempuran sengit ini," ucap Ward.


Ward juga melaporkan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, membagikan video media sosial yang menunjukkan dampak perang, terutama pada anak-anak.


Saat pertempuran berlanjut, begitu juga penderitaan warga sipil di pinggiran kota, kata Ward.


"Orang-orang di pinggiran kota ini tidak memiliki akses ke air, obat-obatan, makanan, gas, pemanas, listrik. Ini adalah pengalaman yang benar-benar traumatis dan petugas penyelamat masih berjuang untuk masuk ke daerah yang paling parah terkena dampak dan menyelamatkan Warga Ukraina paling rentan keluar dari zona perang," pungkasnya. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini