Menlu Indonesia dan Menlu Kenya Berharap Perang di Ukraina Segera Dihentikan

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 18 Maret 2022 - 22:26
kali dibaca
Ket Foto : Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam konferensi pers di Istana Bogor, 9 Desember 2021. (Setpres RI)

Mediaapakabar.com
Dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Omano, Retno mengatakan, terkait perang di Ukraina, Indonesia dan Kenya memiliki kesamaan pandangan bahwa semua negara harus menghormati hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya integritas wilayah dan kedaulatan negara lain.

"Kami juga memiliki kesamaan pandangan bahwa perang harus dihentikan sekarang. Penurunan ketegangan mesti diwujudkan dan perundingan damai harus diintensifkan, koridor kemanusiaan dan jalur evakuasi harus dihormati dan diwujudkan sepenuhnya," kata Retno.


Sewaktu menyebut perang di Ukraina, Retno sama sekali tidak menyebut nama Rusia.


Retno berharap sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Kenya dapat memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Ukraina.


Dalam jumpa pers tersebut, Menteri Luar Negeri Kenya, Rachele Omano sama sekali tidak menyinggung perang di Ukraina. Dia memusatkan pernyataannya pada perlunya meningkatkan hubungan bilateral dan kerjasama dengan Indonesia.


Ia mengharapkan posisi Indonesia sebagai Presidency G20 tahun ini mampu membawa aspirasi negara-negara berkembang untuk tatanan dunia yang lebih adil.


Pengamat Keamanan Internasional dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nanto Sriyanto menilai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi masih berkomitmen untuk tidak menyebut nama Rusia sebagai pihak yang mengagresi Ukraina.


Dia mengatakan seruan untuk segera menghentikan perang yang disampaikan oleh Menlu Retno adalah suatu hal yang wajar dan harus segera diwujudkan.


"Kita tahu latar belakang dari perang ini adalah terlalu agresifnya penyebaran wilayah dari pihak Eropa. Sementara di sisi lain, Rusia memprihatinkan keamanannya," ujar Nanto dilansir dari Voaindonesia.com, Jumat, 18 Maret 2022.


Nanto menambahkan Indonesia dan Kenya memiliki peran yang bisa membuat Rusia dan Ukraina nyaman. Namun mesti diakui karena perang itu terjadi di Eropa, maka organisasi setempat lah yang akan didorong maju untuk menyelesaikan konflik tersebut.


Dalam konteks sekarang, Indonesia bisa berperan dalam penanganan pengungsi.. Kemudian Indonesia bisa menawarkan diri menjadi tempat perundingan bagi Rusia dan Ukraina.


Pihak Barat sudah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan para pemimpinnya, termasuk Presiden Vladimir Putin. Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahkan menyebut Putin sebagai penjahat perang. Pihak Barat juga memasok bantuan dana dan senjata untuk mendukung perlawanan Ukraina terhadap Rusia.


Majelis Umum PBB juga telah mengesahkan resolusi yang mengecam invasi Rusia terhadap Ukraina dan mendesak agar Rusia segera menarik pasukannya. Namun, belum ada tanda-tanda Rusia ingin menghentikan perang. (VIC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini