Kesal Karena Dibohongi, Tauke Sawit di Labusel Bakar Orang Kepercayaannya

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 13 Maret 2022 - 14:12
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. (INT)

Mediaapakabar.com
Polisi menangkap tauke (bos) pengepul tandan buah segar sawit di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), yang membakar tubuh pekerjanya. Tauke sawit itu marah karena orang kepercayaannya itu membohongi pelaku dengan melakukan penggelapan buah sawit miliknya.

"Ya benar, sudah diamankan, sudah dikirim ke Polres dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti dikutip dari detikcom, pada Minggu, 13 Maret 2022.


Anhar mengatakan tauke sawit tersebut berinisial J (47), warga Kampung Rakyat, Labusel. Dia ditangkap oleh aparat Polsek Kampung Rakyat pada Rabu (9/3/2022), sehari setelah dia dilaporkan ke polisi.


Korban yang dibakar bernama Dor Dian Rambe. Di antara semua pekerjanya, korban adalah orang kepercayaan J.


"Korban ini merupakan tangan kanannya. Tugasnya menimbang dan membayar buah sawit yang dibeli dari masyarakat," ujar Anhar.


Akibat pembakaran tersebut, korban dirawat intensif di rumah sakit. Korban harus dua kali operasi setelah dirujuk ke RSUD Rantauprapat dari RS Nuraini, Labusel.


Terpisah, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki mengatakan pelaku berdalih tak sengaja membakar anak buahnya itu. Menurutnya, bensin yang tersiram di tubuh korban tidak disiapkannya dengan sengaja, melainkan memang sudah ada di situ sebelumnya.


"Jadi dia bilang sewaktu dia datang ke gubuk itu, karena dipanggil-panggilnya si korban tidak menjawab, maka ditendangnya lah pintu itu. Gara-gara tendangannya itu, tumpahlah bensin yang ada di situ dan kena korban yang tidur di ambal. Lalu entah kenapa dia kepingin merokok katanya, dihidupkannya mancisnya, langsung menyambar ke tumpahan bensin itu," ungkap Rusdi.


"Namun, meski begitu, kebenaran keterangannya ini masih kita dalami. Masih ada beberapa saksi yang belum kita periksa," sambungnya.


Rusdi menyebut kemarahan J bermula dari laporan adanya buah sawit sebanyak 500 kg yang rencananya akan digelapkan korban. Buah yang baru dibeli dari masyarakat tersebut seharusnya dinaikkan ke truk dan dibawa ke tempat penampungan milik J.


Namun buah tersebut tidak diangkut oleh korban, dibiarkan saja berada di tempat itu. Tindakan korban ini diduga karena dia akan menjual buah tersebut tanpa sepengetahuan J.


Mendapat laporan tersebut, J pun kemudian menanyakan ke pekerja lainnya mengapa buah sawit tersebut tidak diangkut. Jawaban yang diterima, itu merupakan perintah korban.


"Karena itulah pelaku ini kemudian mencari korban, yang akhirnya diketahui sedang tidur di gubuk yang lokasinya tidak jauh dari rumah pelaku tersebut," ujar Rusdi.


Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, pelaku memang langsung berusaha menyelamatkan korban begitu api mulai menyulut tubuhnya. Selain itu, pelaku bergegas membawa korban ke rumah sakit, segera setelah peristiwa itu.


Pejabat Humas RSUD Rantauprapat Doni Simamora mengatakan tingkat luka bakar yang dialami korban mencapai 35 persen. Kondisinya pun saat ini dalam keadaan sadar sepenuhnya.


"Keadaannya saat ini sadar penuh. Tapi kita tidak bisa bilang apakah kondisinya membahayakan atau tidak. Fokus kita saat ini sedang mengupayakan merawat lukanya," kata Doni.


Doni menyebut luka bakar terdapat di sekujur tubuh korban, antara lain kaki, tangan, dada, wajah, dan leher. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini