Kejari Medan Limpahkan Berkas ke Pengadilan, 2 Tersangka Korupsi Pengadaan HT Segera Diadili

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 02 Maret 2022 - 01:38
kali dibaca
Ket Foto : Tersangka, A Guntur Siregar (kemeja batik) selaku Kepala Kantor Sandi Daerah Kota Medan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan Handy Talky (HT) pada Kantor Sandi Kota Medan TA. 2014 saat berada di Kejari Medan.
Mediaapakabar.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan Handy Talky (HT) pada Kantor Sandi Kota Medan TA. 2014 yang merugikan negara senilai Rp 1,2 Miliar lebih, untuk segera disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (1/3/2022). 

Kedua tersangka yang akan diadili yakni, A Guntur Siregar (AGS) merupakan Kepala Kantor Sandi Daerah Kota Medan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Asber Silitonga (AS) selaku Direktur PT. Asrijes sebagai penyedia pengadaan HT tersebut. 


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah, SH MH melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, SH menjelaskan, kronologi kasus ini berawal pada tahun anggaran 2014, Kantor Sandi Daerah Kota Medan mendapat alokasi anggaran pengadaan HT sebesar Rp 7.163.580.000.


"Lalu pada, 13 November 2014, AS mengajukan surat permohonan pembayaran uang muka Nomor 053 / SP / PT. Asrijes / XI / 2014 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Sandi Daerah Kota Medan, yang selanjutnya AGS mengajukan pembayaran kepada Badan Keuangan Daerah Kota Medan yang selanjutnya Badan Keuangan Daerah Kota Medan menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tanggal 2 Desember 2014," kata Bondan Subrata.


Kemudian, sambung Bondan, dana sebesar Rp1.423.561.400, atau 20 persen dari nilai kontrak Rp 7 miliar lebih itu ditransfer dari rekening Pemko Medan ke rekening atas nama PT. Asrijes. Bahwa HT tersebut tiba di Kantor Sandi Daerah Kota Medan, pada, 15 Desember 2014. 


"Selanjutnya pada, 19 Desember 2014, AGS mengirimkan surat Nomor : 845 / KSD-KM / 2014 perihal pemeriksaan keaslian merk dan originalitas HT Motorola GP 328, dan juga mengundang pihak PT. Motorola Solution Indonesia untuk hadir di Kantor Sandi Daerah Kota Medan sekaligus mencantumkan 11 serial number HT," katanya.


Dikatakan Bondan, selanjutnya pihak PT. Motorola Solutions Indonesia yang diwakili oleh saksi Johannes datang ke Kantor Sandi Daerah Kota Medan memberikan 2 unit sampel yang kemudian dibawa ke Jakarta untuk dilakukan penyesuaian serial number dan part numbernya. 


"Setelah dilakukan pengecekan terhadap 2 unit HT dan 11 serial number yang tercantum dalam surat tersebut yang dicek dengan cara memasukkan serial number ke dalam sistem / data base Motorola Global," ujar mantan Kasi Pidum Kejari Sleman ini.


Namun hasilnya, kata Bondan, ternyata tidak valid atau tidak terdaftar sehingga HT yang diterima oleh Kantor Sandi Daerah Kota Medan tersebut bukan dikeluarkan oleh pabrikan Motorola berikut juga telah dilakukan pengecekan terhadap bagian-bagian HT tersebut yakni baterai, antenna, charger, adaptor dari 2 sampel HT tersebut, dan setelah disesuaikan dengan katalog radio HT Motorola Type GP 328 ternyata barang-barang tersebut tidak memiliki part number Motorola yang sesuai dengan produk radio Motorola.


"Maka berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor : SR-112/PW02/5/2015 tanggal 11 November 2015 dan Laporan Pemeriksaan BPK-RI perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor : 52.0 LHP XVIII.MDN/05/2015 terdapat kerugian Negara/Pemerintah Kota Medan sebesar Rp1.274.734.526," beber Bondan.


Dilanjutkan Bondan, perbuatan kedua tersangka diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) Subs Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.


"Saat ini, tersangka AGS sendiri sedang menjalani penahanan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan untuk segera disidangkan menunggu penetapan jadwal sidang oleh PN Medan. Sedangkan, tersangka AS saat ini sedang ditahan di Rutan Klas IIB Banda Aceh terkait perkara lain," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini