Kapolri Minta Forkopimda dan FKUB Siapkan Strategi Vaksinasi di Bulan Ramadhan

Media Apa Kabar
Kamis, 24 Maret 2022 - 12:45
kali dibaca
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi serentak di 34 Provinsi Indonesia.

Mediaapakabar.com - 
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi serentak di 34 Provinsi Indonesia. Kali ini, Kapolri bersama Anggota Komisi III DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri secara langsung kegiatan akselerasi di Pusdik Intelkam, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Hari ini prioritas yang dilaksanakan di tempat ini kita melaksanakan vaksinasi khususnya untuk saudara-saudara kita Imam Masjid, Penceramah, Khatib dan tentunya keluarga besar dan masyarakat yang ada disekitar. Ada kurang lebih 1.500 masyarakat yang di vaksin di tempat ini. Sementara Jawa Barat sendiri target vaksinasi hari ini diangka 200 ribu. Tentunya ini saya berikan apresiasi dan tolong terus dipertahankan," kata Sigit usai meninjau itu, Kamis (24/3/2022).

Dalamnya kali ini, Sigit mengapresiasi Forkopimda Jawa Barat, karena mendapatkan laporan bahwa laju pertumbuhan Covid-19 dan angka Positif Rate di wilayah ini mengalami penurunan. Ia pun meminta untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian positif tersebut. 

Meski begitu, baik bagi Forkopimda maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di seluruh Indonesia, untuk mempersiapkan strategi percepatan percepatan vaksinasi ketika memasuki Bulan Ramadhan. 

Menurut Sigit, di bulan suci tahun ini, Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah di masjid secara normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Sigit meminta, hal itu harus dijaga untuk memastikan masyarakat tetap dalam keadaan sehat atau terhindar dari paparan virus corona. 

"Oleh karena itu, saya minta pak Kapolda dan seluruh jajaran FKUB yang ada mendorong strategi vaksinasi untuk melakukan pendekatan strategi vaksinasi di dekat Masjid. Kemudian di tempat yang banyak kegiatan, yang mungkin aktivitasnya meningkat, seperti di pasar dan lainnya. Tolong di titik -titik tersebut yang banyak aktifitas, menyediakan gerai-gerai vaksin sehingga selama bulan Ramadhan ini vaksinasi tetap berjalan dan utamanya seluruh aktifitas masyarakat bisa berjalan dan laju pertumbuhan Covid-19 bisa kita jaga," ujar Sigit. 

Strategi vaksinasi tersebut, ditegaskan Sigit merupakan kunci untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19. Karena itu, harus dipastikan masyarakat telah mendapatkan vaksin dosis dua dan dosis tiga atau booster. 

Mantan Kabareskrim Polri itu juga mengingatkan tentang kesiapan menghadapi tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dengan vaksinasi lengkapnya, maka diharapkan tidak muncul klaster Covid-19.

Lebih dalam, demi munculnya klaster, mantan Kapolda Banten itu juga mengingatkan tentang percepatan vaksinasi terhadap masyarakat kelompok usia lanjut (lansia). Menurutnya, untuk akselerasi lansia bisa diterapkan strategi Door to Door. 

"Ini yang akan terus kita kejar dan laksanakan. Sehingga seluruh rangkaian di Ramadhan, pasca-Hari Raya Idul Fitri, kita yakin laju Covid-19 bisa kita kendalikan. Karena ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan bisa kita jaga untuk tumbuh di atas." lima persen. Ini yang tentunya harus kita kelola dengan baik. Bagaimana upaya meningkatkan kesehatan di satu sisi pertumbuhan ekonomi bisa terus mendorong kita. Dan tentunya ini menjadi harapan kita semua bisa terlaksana dengan baik," ucap eks Kapolda Banten itu. 

Disisi lain, terkait dengan menjelang Bulan Ramadhan, Sigit juga berharap kepada awak media untuk ikut membantu mengetahui ketersediaan serta harga penjualan minyak goreng khususnya jenis curah. Hal itu diharapkan untuk menghindari adanya kelangkaan dan permainan harga. Karena itu, kata Sigit, Pemerintah telah menetapkan kebijakan harga untuk penjualan minyak goreng curah.

Dan kemudian, kami tentu saja titip ke rekan-rekan media, di luar kegiatan vaksinasi, saat ini kita menyatukan perkembangan fluktuasi keberadaan minyak curah hujan dan kita minta agar minyak curah telah diberikan subsidi oleh Pemerintah betul-betul akan segera di pasar. Dan karena distribusi yang tersumbat kemudian hal-hal lain yang mengganggu ketersediaan minyak ini, tolong diinformasikan kepada kita. Sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah," papar Sigit. 

Selain meninjau, Sigit juga memberikan pengarahan strategi pengendalian Pandemi Covid-19 secara virtual di seluruh Provinsi Indonesia. (MC/RED)

Share:
Komentar

Berita Terkini