Kapolda Jambi Tinjau Pasar Murah Minyak Goreng di Kabupaten Sarolangun

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 06 Maret 2022 - 23:20
kali dibaca
Ket Foto : Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto meninjau Pasar Murah Minyak Goreng Kelurahan Sungai Benteng, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Minggu (6/3/2022).

Mediaapakabar.com
Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto meninjau Pasar Murah Minyak Goreng Kelurahan Sungai Benteng, Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Minggu (6/3/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan Kapolda, Danrem dan Ketua DPRD Jambi Usai meninjau Pasar Murah Minyak Goreng di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo 


Kedatangan Kapolda Jambi di Kabupaten Sarolangun disambut  Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, S.Ik, Dandim 04/20 Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis S.A.P M. Han, Ketua DPRD Kab Sarolangun Tantawi Jauhari, SE serta unsur terkait di Kabupaten Sarolangun.


Sebelum melakukan rapat bersama Bupati dan Forkopimda Sarolangun, Kapolda Jambi mendengar keluhan  warga yang berada dalam Pasar Murah Minyak Goreng tersebut.


Dihadapan Awak media, Kapolda Jambi menjelaskan maksud kedatangannya di dua tempat tersebut yakni di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo dan Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun.


"Latar belakangnya adalah laporan yang kita terima dari nomor bantuan Polisi 085-360-555-222, terkait langkanya minyak goreng  di Singkut maupun di Rimbo Bujang, dari diskusi kami dengan masyarakat dengan distributor maupun produsen dapat kami simpulkan penyebabnya, Yang pertama itu adanya pembelian yang panik, masyarakat mungkin panik takut minyak goreng habis, dia beli banyak-banyak, kemudian disimpan di rumahnya sehingga masyarakat yang lain nggak kebagian," terang Kapolda Jambi.


Lanjut dikatakan Jenderal bintang dua ini. penyebab langkanya minyak goreng, yakni adanya spekulan yang melihat bahwa minyak goreng saat ini sangat dibutuhkan, spekulan tersebut berspekulasi dengan memborong minyak goreng yang kemudian dia jual lagi. 


"Di samping itu penyebabnya adalah harga minyak CPO yang tinggi di luar negeri, sehingga pemerintah mengeluarkan aturan untuk orang boleh ekspor, dia harus memenuhi minimal 20 persen kebutuhan lokal. Saya jelaskan bahwa di Jambi ini ada dua pabrik Minyak goreng yang produksi kesehariannya 140.000 Kilo liter, sementara di Sarolangun dan di Tebo kebutuhan hariannya 10.000 kilo liter minyak goreng.

Jadi kalau 140.000 Kilo liter insyaAllah masih cukup itu baru dari 2 produsen belum lagi nanti ada teman-teman yang punya retail yang pabriknya di Jakarta belum lagi yang curah, itu insyaallah cukup,” ujarnya.


Kapolda Jambi kemudian menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut, khawatir dan tidak perlu membeli minyak goreng secara berlebihan.


“Jadi Masyarakat tidak usah takut, tidak usah khawatir, tidak usah beli banyak-banyak, bahkan supply Minggu ke 4 bulan Februari itu lebih banyak daripada supply minggu-minggu sebelumnya, ini pak Bupati yang mengatur untuk di Sarolangun dan nanti saya laporkan kepada Gubernur supaya Bupati yang lain melakukan hal yang sama," imbau Kapolda Jambi. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini