Jadi Kurir 10 Kg Sabu, Pria Asal Batubara Dituntut 20 Tahun Penjara

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 10 Maret 2022 - 16:17
kali dibaca
Ket Foto : Majelis hakim saat menyidangkan perkara narkotika jenis sabu atas nama terdakwa Trisno Susanto alias Sutris di Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Trisno Susanto alias Sutris (42) warga Jalan Dusun VI, Desa Pakam Raya, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara dituntut pidana penjara selama 20 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis, 10 Maret 2022.

Tuntutan terhadap Sutris dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rotua Hutabarat dalam persidangan yang digelar secara online di hadapan majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata. 


"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menghukum terdakwa Trisno Susanto alias Sutris selama 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan," tegas JPU. 


Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah menjadi perantara dalam jual beli sabu seberat 10 kg lebih. 


Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. 


Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim Jarihat Simarmata memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya. 


Mengutip dakwaan JPU mengatakan perkara ini bermula pada 26 Oktober 2021. Saat itu Sutris dihubungi oleh Pak Is (DPO) menyuruhnya untuk mengambil sabu sebanyak 10 kg di Medan. 


"Pak Is mengatakan, nanti ada yang menghubungi ke nomornya. Kemudian tidak berapa lama, seseorang yang bernama M. Soleh alias Soleh (berkas terpisah) menghubungi Sutris," ujar JPU.


Keduanya sepakat untuk menyerahkan sabu di Jln Eka Warni, Kecamatan Medan Johor. Selanjutnya Sutris datang ke Medan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna putih BK 5745 AHM. 


Sesampainya di lokasi, Sutris lalu dihampiri oleh Soleh yang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam BK 6409 AJD dengan membawa 1 buah tas ransel berisi sabu sebanyak 10 kg. 


Saat Soleh menyerahkan sabu tersebut kepada Sutris, tiba-tiba datang petugas kepolisian dari Polda Sumut melakukan penangkapan. 


Ketika diinterogasi, Soleh mengaku disuruh oleh Verdi Sembiring (DPO). Selain itu Soleh juga mengakui masih ada menyimpan sabu lainnya di rumah kontrakannya di Kompleks Villa Indah, Kec. Namo Rambe, Kab. Deliserdang. 


Dari rumah kontrakan itu petugas ada menemukan sabu seberat 21 kg, 1 unit mobil Toyota Inova BK 1734 ABR, dan 1 unit mobil Honda Brio Satya BK 1814 ABF milik Verdi Sembiring yang diberikan kepada Soleh untuk menjemput dan mengedarkan sabu. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini