DPRD Medan Soroti Kinerja Camat Medan Deli Terkait Bantuan CSR

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 16 Maret 2022 - 11:23
kali dibaca
Ket Foto : Anggota DPRD Medan Haris Kelana Damanik.

Mediaapakabar.com
Pasca Camat Medan Deli Fery Suhery didemo warganya terkait dugaan penyimpangan pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) Selasa kemarin (15/3/2022). Kini Camat yang menjabat sejak Tahun 2015 di Kecamatan Medan Deli terus disorot soal bantuan yang tidak disalurkan.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Haris Kelana Damanik mempertanyakan penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang datang dari sejumlah Perusahaan di kawasan Medan Deli. 


Bukan itu saja, anggota DPRD Medan ini juga meminta penjelasan penyaluran bantuan sosial dan lingkungan yang bersumber dari perusahaan bagi masyarakat. 


"Banyak dugaan penyimpangan penyaluran CSR yang dilakukan Camat dan anak buahnya. Laporan dugaan penyimpangan itu diterima Haris dari warga dimana bantuan sembako yang bersumber dari perusahaan tidak diberikan Camat kepada warga secara benar," katanya, Rabu, 16 Maret 2022.


Untuk itu kata Haris, patut dilakukan audit terhadap oknum Camat terkait dugaan penyimpangan penyaluran bantuan CSR di Kecamatan Medan Labuhan. “Kita dapat laporan dari warga ada dugaan penyimpangan bantuan CSR,” sebut Haris.


Sebelumnya, Haris Damanik juga telah memberikan statemen terkait kinerja Camat yang diduga melakukan kecurangan soal perekrutan Kepling. Bahkan Haris minta Walikota Medan M Bobby Afif Nasution supaya cepat menyikapi keluhan warga yang menggelar unjuk rasa menuntut pencopotan Camat Medan Deli.


Dorongan atau permintaan itu menurut Haris cukup beralasan guna menghindari perpecahan lebih melebar di tengah masyarakat. “Walikota Medan diminta memberikan sanksi tegas kepada ASN (red-Aparat Sipil Negara) yang melanggar aturan,” kata Haris.


Menurutnya, terjadinya unjuk rasa dipastikan karena terputusnya komunikasi antara warga dengan Camat serta Lurah. Seharusnya Camat dapat menyelesaikan dengan mengajak warga bermusyawarah sehingga tidak mesti terjadi unjuk rasa.


Sebagaimana diketahui, sejumlah warga dari beberapa kelurahan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Camat Medan Deli di Jalan Rumah Potong Hewan Kelurahan Mabar, Selasa (15/3/2022).


Warga menuntut Camat Medan Deli, Lurah Kota Bangun, Lurah Titi Papan dan Lurah Tanjung Mulia Hilir dicopot. Pasalnya, pemilihan dan pengangkatan sejumlah Kepala Lingkungan dinilai tidak transparan dan tanpa ada sosialisasi dengan warga.


Aksi demo digelar mulai dari kantor Lurah Titi Papan, Kota Bangun dan Tanjung Mulia serta berakhir di Kantor Camat Medan Deli ini, massa menyampaikan aspirasinya dengan membentangkan spanduk dan aneka poster.


Mereka juga membubuhkan sejumlah tanda tangan di spanduk, sebagai bentuk protes atas kebijakan dari Camat Medan Deli Ferry Suhery. Dalam orasinya, massa menuntut agar Lurah Kota Bangun Rachmad Arfinsyah Pohan, Lurah Titi Papan Irwan dan Camat Medan Deli Ferry Suhery, agar mengevaluasi kembali pemilihan kepling tersebut.


Disampaikan para pengunjuk rasa, ada beberapa kepling yang diangkat tidak transparan yakni di Lingkungan 14 Kelurahan Titipapan, Lingkungan 6 Kelurahan Kota Bangun dan Kepling 8 Kelurahan Mabar Hilir dan Tanjung Mulia Hilir.


Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi wartawan kepada Camat Medan Deli Ferry Suhery, Rabu sore (16/3/2022) melalui handphone berdalih dengan menyebut, bahwa bantuan CSR yang diterima dari perusahaan tetap disalurkan kepada masyarakat.


“Bantuan CSR yang kita terima dari perusahaan dan kita teruskan ke Lurah dan Lurah ke Kepling, itu semua lengkap pakai tanda terima,” pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini