Bobby-Edy Dinilai Berpeluang Menang di Pilgubsu 2024

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 09 Maret 2022 - 23:40
kali dibaca
Ket Foto : Dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza M.Ikom.

Mediaapakabar.com
Jika diukur dari tingkat kinerja dan elektabilitas, Bobby-Edy lebih berpeluang menang ketimbang Edy-Bobby di Pilgubsu 2024. Hal itu disampaikan Dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza M.Ikom, Rabu (9/3/2022) sore. 

Ara mengatakan, sesungguhnya permasalahan kontestasi Pilgubsu 2024 masih terlalu dini untuk dibicarakan. Tahapan Pilkada saja belum dimulai. Namun permasalahan tokoh-tokoh yang bakal maju ke Pilkada harus memperhatikan capaian kinerja, terutama calon petahana.


Ara memberi penilaian khusus terhadap petahana Gubernur Edy. Menurutnya, selama kepemimpinan periode ini, target dari visi dan misi gubernur belum optimal berdampak bagi masyarakat. 


Berdasarkan hasil evaluasi RPJMD tahun 2013-2018 dan Pelaksanaan RPJMD 2019-2023 tahun pertama dan kedua.


Katanya, permasalahan utama pembangunan Sumut yakni rendahnya daya saing dan kualitas Sumber Daya Manusia dan belum meratanya pembangunan infrastruktur dasar, aksesibilitas antar wilayah.


Kemudian, belum optimalnya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan, pengembangan dan pemanfaatan potensi unggulan dan sumber daya daerah yang berkelanjutan belum maksimal dan belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

 

"Ini merupakan dokumen resmi yang menjadi capaian Gubernur Edy dalam kurun waktu kurang lebih hampir 4 tahun masa kepemimpinannya. masyarakat perlu diingatkan dengan kondisi ini," kata Ara.


Menurutnya, jika Gubernur Edy maju kembali sebagai petahana, sebaiknya harus dengan bijak menyampaikan ketidaktercapaian pembangunan di Sumut selama periode kepemimpinannya.


Ara pun mencontohkan kasus Pilkada DKI Jakarta, dimana Jokowi berhasil menang mengalahkan petahana yang tidak memiliki kinerja baik dan gagal terpilih kembali seperti Fauzi Bowo.


Menurutnya, jika Gubernur Edy menyebut bahwa jika ia berpasangan dengan Bobby Nasution, siapa lagi yang lawan, justru akan banyak sekali lawan, sebab petahana punya banyak jejak kegagalan di satu periode kepemimpinan.


Menurutnya, Bobby Nasution memiliki peluang yang cukup besar sebagai calon Gubernur Sumut, mengingat sepak terjang kinerja beliau selama 1 tahun menjabat.


Masih ada 3 tahun lagi masa jabatan Bobby, masih ada waktu untuk kerja keras memberesi permasalahan di Kota Medan untuk menjadi modal pencapaian kinerja di kampanye saat Pilgub.


"Jika ingin dihitung menang, duet Bobby-Edy jauh lebih berpeluang ketimbang Edy-Bobby, tentu dengan catatan Bobby Nasution harus kerja keras bereskan permasalahan di Kota Medan, sebagai modal jualan kampanye. Jika tidak, maka keduanya tidak akan punya nilai plus di mata publik," tutup Ara. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini