Antonius Tumanggor: Masalah Banjir Jangan Saling Menyalahkan, Mari Cari Solusinya

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 03 Maret 2022 - 13:46
kali dibaca
Ket Foto : Wakil ketua fraksi NasDem Antonius Tumanggor S.Sos mengapresiasi gerak cepat walikota Medan Bobby Afif Nasution yang langsung turun kelapangan bersama jajaran OPD meninjau dan berusaha mengatasi banjir di kota Medan.

Mediaapakabar.com
Wakil ketua fraksi NasDem Antonius Tumanggor S.Sos mengapresiasi gerak cepat walikota Medan Bobby Afif Nasution yang langsung turun kelapangan bersama jajaran OPD meninjau dan berusaha mengatasi banjir di kota Medan.

"Untuk mengatasi banjir bukan hanya drainase yang harus diperbaiki oleh Pemko Medan. Tetapi, juga harus menormalisasikan sungai-sungai yang ada. Seperti sungai Deli, sungai Babura, sungai Denai, sungai sei Putih, yang selama ini sudah semakin dangkal dan banyak dipenuhi sampah. Jadi jangan salahkan siapa, tapi cari solusinya?" katanya kepada wartawan,di Sopo Restorasi Jalan Karya Gang Tapanuli, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Medan, Sumut, Rabu (02/03/22).


Terkait banjir di kota Medan, tambah Antonius, juga meminta semua pihak agar jangan saling salah menyalahkan. Sebab, masalah banjir ini sudah menjadi persoalan klasik, tidak tahu ujung pangkalnya di mana, harus ada kolaborasi antara Pemko Medan dengan pemerintah provinsi Sumut. 


"Karena ini juga menyangkut beberapa daerah yang berbatasan dengan kota Medan, seperti Deli Serdang dan kabupaten Karo. Gubsu jangan jangan tutup mata untuk menangani banjir di kota Medan, peran pemerintah provinsi Sumut disini juga cukup besar," jelasnya.


Antonius yang juga Sekjen IPK Sumut ini berharap, pemerintah Provinsi dan Pemko Medan dapat berkolaborasi dengan memanfaatkan lahan ruang terbuka hijau, untuk menanam pohon agar menjadi resapan air dikala hujan 


"Mari kita galakkan menanam pohon di sepanjang sungai, agar ada resapan air di saat hujan lebat mengguyur kota Medan," ajaknya.


Dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Medan juga menyarankan, kalau bisa pohon bambu yang ditanam di bantaran sungai. "Selain akarnya kuat menahan terjangan banjir, pohonya juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi kerajinan tangan. sehingga ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya menjadi sumber PAD bagi Kota Medan," pungkasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini