Akibat Perang, Warga Ukraina Kelaparan, Terpaksa Makan Anjing Liar dan Minum Air Radiator

Aris Rinaldi Nasution
Rabu, 23 Maret 2022 - 22:44
kali dibaca
Ket Foto : Warga sipil di Ukraina kini menderita kelaparan dan kehausan akibat perang. (Reuters)

Mediaapakabar.com
Warga sipil di Ukraina kini menderita kelaparan dan kehausan akibat perang. Demi bertahan hidup, mereka terpaksa memakan daging anjing dan minum air radiator. 

Kondisi miris ini terjadi di Kota Mariupol, Ukraina. Para warga berupaya mencari makan dan minum di antara puing-puing bangunan yang hancur diserang tentara Rusia. 


Pengusaha setempat bernama Dmytro mengatakan, rekan-rekannya yang menjadi korban perang terpaksa makan daging anjing liar. 


"Sulit percaya ini terjadi. Ini adalah neraka di bumi," katanya dilansir dari iNews.id.


Makanan, Ditemukan Warga Kelaparan di Ladang

Dilansir dari Daily Star, Rusia mengultimatum Ukraina untuk menyerahkan Mariupol. Rusia menawarkan pilihan, jika tentara menyerah, mereka akan dibiarkan pergi dari kota dengan selamat. Tawaran ini ditolak oleh pejabat Ukraina.  


Kepala eksekutif Mariupol TV, Mykola Osichenko mengatakan, dia terus-menerus menjadi perisai manusia untuk mencoba dan melindungi putranya.


“Ketika bom jatuh, saya akan secara rutin menutupi anak-anak dengan tubuh saya. Tapi saya tahu bahwa saya tidak bisa benar-benar melindunginya, bahwa itu adalah tindakan putus asa," katanya. 


Selama lebih dari dua minggu, kota itu telah diserang Rusia. Warga kini hidup tanpa pasokan listrik, gas dan air.


Financial Times melaporkan, pihak berwenang telah mengkonfirmasi bahwa 2.400 penduduk kota telah tewas sejak Putin melancarkan invasi besar-besaran pada 24 Februari.


Sementara 400.000 penduduk terpaksa kedinginan di tempat penampungan. Sedangkan yang lain dibiarkan mati-matian berburu bahan makanan padahal bahan peledak meledak di sekitar mereka.


Dmytro yang melarikan diri dari kota itu, mengaku mengunjungi pasar sentral yang menjadi sasaran serangan artileri mematikan. Dia memunguti sayuran yang berserakan di antara puing-puing bangunan.


“Semuanya terbakar, ada mayat di mana-mana, dan saya hanya berjalan, mengambil kubis di sini, wortel di sana, mengetahui itu berarti keluarga saya akan hidup satu atau dua hari lagi,” kata pengusaha itu.


Anjing-anjing liar bahkan kini juga terpaksa makan sisa-sisa korban yang tergeletak tak bernyawa di jalan.


Seorang warga, Osichenko mengatakan, orang-orang harus mengalirkan air dari radiator, mencairkan salju, dan mencari taman untuk menemukan aliran air tawar.


“Tapi antrean akan terbentuk di sana dan itu adalah target sempurna untuk rudal Rusia,” katanya.


Air sungai yang ada di Ukraina kini tak dapat dikonsumsi warga. Pasalnya, air itu telah terkontaminasi mayat-mayat. 


Seorang jurnalis Ukraina, Anna Romanenko berharap untuk kembali setelah pasukan Putin meninggalkan Mariupol.


"Saya akan kembali setelah Rusia pergi. Di situlah semua leluhur saya dimakamkan. Saya tidak bisa bahagia di tempat lain,” katanya. (II/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini