4 Terdakwa Kepemilikan Ganja 1,5 Kg Diadili di PN Medan

Aris Rinaldi Nasution
Selasa, 22 Maret 2022 - 20:18
kali dibaca
Ket Foto : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pantun Marojahan Simbolon saat membacakan dakwaan di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan.

Mediaapakabar.com
Empat terdakwa kasus kepemilikan ganja seberat 1,5 kg diadili di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (22/3/2022). Keempat terdakwa yakni Gandhi Wijaya Pello, Raja Azhari Barus, Ibnu Fahreza dan Dimas Agung Prasetya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pantun Marojahan Simbolon mendakwa keempat terdakwa dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


Dalam dakwaannya, JPU Pantun mengatakan, awal kasus tersebut saat Gandhi memesan 2 kg ganja dengan harga Rp1,8 juta pada November 2021. Ia membeli dari DPO bernama Rahmad.


Usai uang ditransfer, Rahmad mengantarkan ganja ke terdakwa Gandhi, di depan SMK 7 Medan. "Kemudian pada hari Kamis tanggal 2 Desember 2021 sekira pukul 13.00,  terdakwa Gandhi bertemu dengan terdakwa Raja Azhari  di Jalan Pembangunan Baru," kata JPU di hadapan Hakim Ketua, Yusafrihardi Girsang.


Di sana, terdakwa meminta izin ke Azhari agar, bisa menggunakan rumah kosong peninggalan Opungnya untuk digunakan mengemas ganja tersebut. Dengan syarat, Azhari diizinkan mengkonsumsi sebagian ganja.


Mereka kemudian, pergi ke rumah kosong tersebut, dan kemudian membongkar ganja dan membuatnya menjadi paket kecil yang akan dijual Rp10 ribu per paket.


Kemudian, sekitar pukul 12.31, terdakwa lain Dimas Agung Prasetya dan Ibnu Fahreza mendatangi Gandhi dan Ibnu, dan ikut membantu mengemas ganja dan juga menggunakannya sambil minum tuak.


Namun, saat asyik mengkonsumsi ganja tersebut, petugas Polrestabes Medan datang melakukan penggeledahan. Dari tangan mereka ditemukan, ganja yang dibungkus dalam kemasan seberat 1,5 kg. Para terdakwa kemudian dibawa ke Polrestabes Medan. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini