Wong Chun Sen Ingatkan Warga Patuhi Prokes Covid-19 Agar Pembangunan dapat Berjalan Lancar

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 21 Februari 2022 - 10:07
kali dibaca
Ket Foto : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan saat menggelar pelaksanaan kegiatan Reses yang pertama di bulan Februari 2022 yang dilaksanakan di Jalan Tuamang Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Minggu, 20 Februari 2022.

Mediaapakabar.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan mengingatkan warga tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) agar penularan virus Covid-19 bisa segera menurun.

Hal itu disampaikannya saat menggelar pelaksanaan kegiatan Reses yang pertama di bulan Februari 2022 yang dilaksanakan di Jalan Tuamang Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Minggu, 20 Februari 2022.


Wong mengatakan Kota Medan sudah masuk level 3 penularan Covid19 varian baru Omikron. Sehingga, jika kota Medan kembali seperti masa tahun sebelumnya dan lebih parah lagi.


"Maka pembangunan akan tersendat termasuk juga perekonomian dan lain sebagainya,” kata Wong Chun Sen.


Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan inipun menerangkan, sesuai data Kemenkes go.id bahwa untuk bulan Februari tahun 2022, Minggu, (20 Februari 2022) jam 10.30.54 WIB, jumlah kasus konfirmasi virus Corona di kota Medan telah mencapai 55.897 orang.


"Sedangkan yang meninggal disebabkan Covid19 sebanyak 922 orang dan 6.336 masih dirawat karena positip Covid. Serta 48.639 orang dinyatakan sembuh," katanya.


Selanjutnya, sambung Wong, untuk menampung aspirasi warga, Wong pun membuka sesi tanya jawab dimana jumlah penanya dibatasi mengingat prokes Covid-19 dan pemberlakuan PPKM.


Suriadi, Warga Jalan Tuamang mengaku di daerah Tuamang ketika turun hujan maka di daerah itu akan banjir. Warga tersebut pun merasa ada seolah pilih kasih ketika di daerah lain dalam setahun bisa dilakukan pengorekan parit namun di tempatnya sudah belasan tahun belum pernah dilakukan pengorekan parit. 


”Atas dasar itu, sehingga kami meminta Bapak DPRD Kota Medan yang terhormat kiranya bisa membantu kami agar parit kami di korek atau diperlebar sehingga air akan lancar ketika hujan turun,” katanya.


Sementara itu, Sumiati jalan Tuamang Kel Sidorejo Hilir, mempertanyakan masalah BPJS kesehatan gratis miliknya yang telah dinonaktifkan.


Warga lainnya, Julham, juga mempertanyakan masalah akte kelahiran, nama anak salah namun dinas kependudukan arahkan harus terlebih dahulu dilaporkan ke kejaksaan.


Mendengar beberapa aspirasi warga tersebut, Wong pun meminta agar warga lebih kritis dan lebih peduli terhadap semua permasalahan yang sedang dihadapi agar dapat menjadi masukan bagi DPRD Kota Medan yang nantinya akan dibawakan pada rapat Paripurna dan Musrembang.


“Untuk masalah drainase yang tidak pernah di korek dan menjadi penyebab banjir kita minta agar dinas PU Medan segera mencari tahu dimana kendalanya. Masalah akta kelahiran nama anak di akta lahir yang salah, meminta perwakilan dari dinas Kependudukan dapat menjelaskan nya langsung kepada warga,” ujarnya.


Lili Mahrani, perwakilan dari Dinas Kependudukan mengatakan, bahwa adanya kesalahan nama pada akta lahir, warga bisa langsung membawa akta lahir tersebut untuk dilakukan pengecekan ulang di dukcapil.


Sementara itu, perwakilan dari Dinas PU, UPT.Medan Tembung, M.Kelana mengatakan untuk pengorekan dan perbaikan drainase di daerah sekitar Medan Tembung, saat ini sedang tahap proses.


Sebab, Dinas PU Medan saat ini sedang melakukan pengorekan dan perbaikan drainase penghubung antara drainase di Medan Tembung dengan daerah sekitarnya sehingga ketika drainase di korek sudah ada saluran pembuangan nya yang langsung ke sungai.


“Dari Sidomulyo buangnya ke pancing, dari pancing buangnya ke Tuamang, pancing sudah tidak menampung. Setelah siap Mandala lalu pancing. Buangan dulu yang kami korek dan bersihkan barulah kami masuk kedalam. Kemungkinan, paling lama bulan depan jalan yang menjadi cekungan akan dibeton,” terangnya.


Untuk usulan pengorekan drainase, sambung M.Kelana, pihak Kepling 9 dan 10 Jalan Tuamang sudah pernah menemui saya dan saya mengatakan dalam pengerjaan drainase setiap titi akan dibongkar dan setelah pengorekan dan perbaikan drainase usai barulah Titi di perbaiki.


”Jadi mohon kepada bapak dan ibu sekalian, jangan sampai ketika Titi dibongkar, pekerjaan drainase selesai langsung minta Titi segera diperbaiki. Titi tetap diperbaiki yang jalan akses masuk saja,” ujarnya lagi.


Diakhir sesi tanya jawab, Wong Chun Sen Tarigan yang juga Ketua Taruna Merah Putih kota Medan ini pun mengatakan untuk menuliskan semua apa yang menjadi unek-unek warga terkait pelayanan pemko Medan pada lembar aspirasi yang disediakan.


“Di lembar aspirasi yang kami bagikan silahkan tuliskan apa yang menjadi unek-unek bapak dan ibu sekalian, sehingga kami tahu apa yang menjadi masukan dan keluhan warga sehingga nantinya dapat dituangkan dalam rapat dan dibawa pada rapat Paripurna dan pada Musrembang kota Medan,” ujarnya.


Akhirnya di penghujung acara pelaksanaan Reses Sesi satu masa sidang I anggota DPRD Kota Medan dari dapil 3 tersebut, Wong Chun Sen Tarigan kembali menghimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga agar penyebaran virus Covid19 dapat terminimalisir di daerah masing-masing, sekaligus juga anggota komisi 2 DPRD Kota Medan ini pun mengingatkan warga yang belum vaksin agar segera melakukan vaksin di puskesmas maupun di rumah sakit.


Amatan awak media, seluruh peserta Reses diwajibkan memakai masker dan Face Shield saat mengikuti kegiatan tersebut.


Di penghujung acara, Wong Chun Sen pun memberikan Souvenir dan nasi kotak sebagai tanda apresiasi kepada warga yang sudah datang hadir mengikuti Reses tersebut.


Turut hadir pada kegiatan itu, perwakilan dari dinas sosial, Lurah Sidorejo Hilir, perwakilan kecamatan Medan Tembung, perwakilan dari dinas lingkungan hidup, pengurus PDI Perjuangan Kecamatan Medan Tembung, pengurus PPM Kecamatan Medan Tembung dan Kepling setempat. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini