Terkesan Asal Jadi, DPRD Medan Soroti Kinerja Dinas PU dalam Pemasangan U-Ditch

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 10 Februari 2022 - 12:36
kali dibaca
Ket Foto : Bobby Nasution saat meninjau pemasangan U-Ditch di Kecamatan Medan Selayang beberapa waktu lalu.

Mediaapakabar.com
Adanya keluhan warga yang bermasalah usai pemasangan U-Ditch, Anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution mengingatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dan jajarannya untuk memperhatikan dengan teliti cara pemasangan U-Ditch yang dilakukan kontraktor di beberapa wilayah saat ini. Sebab, apabila cara pemasangan tersebut salah, maka manfaatnya tidak ada. Bahkan menimbulkan persoalan baru.

“Cara pemasangannya beda, bukan main pasang begitu saja. U-Ditch itu dipasang berpasangan, jadi setiap pasangannya harus klop dan harus rapat betul. Tidak ada celah untuk air keluar atau merembes, jangan asal jadi,” ucapnya Rabu (9/2/22) sore.


Dikatakannya, tanah korekan drainase untuk pemasangan U-Ditch jangan dibiarkan menumpuk di badan jalan, karena menjadi penyebab kemacetan. “Seharusnya setelah dikorek untuk sepasang U-Ditch, tanahnya langsung diangkat. Begitu seterusnya. Jadi, tanah sisa korekan tidak menumpuk di badan jalan,” katanya.


Selain itu, cara pemasangan dan produk U-Ditch juga harus diperhatikan. Apabila produksi pabrik, maka bisa dijamin tidak akan bermasalah. Sebab, mal cetak dari bahan dan menggunakan alat yang canggih. Apabila pencetakan dilakukan cara tradisional atau menggunakan triplek, U-Ditch yang satu dengan yang lain tidak sama. Sehingga begitu dipasang tidak klop atau menyisakan rongga. Inilah yang nantinya menjadikan air merembes. Begitu juga penutup drainase di atas. Selain itu, ketahanannya juga tidak tahan lama.


“Kalau ada di lokasi pemasangan U-Ditch, air tergenang. Belum lama sudah berlumut. Kami menduga pemasangannya tidak sesuai. Bahannya juga kami menduga tidak sesuai spek. Pengerjaan proyek ini harus sesuai spek. Harus melibatkan ahli, kalau tidak akan percuma,” ungkapnya. Politisi Partai Gerinda Kota Medan ini menegaskan, pemasangan U-Ditch juga harus sesuai garis kontur, sehingga didapat elevasinya. Dengan demikian, air dapat mengalir dan tidak tergenang seperti saat ini.


“Intinya yang kita soroti ada 2, yakni kualitas dari U-Ditch dan teknik pemasangan U-Ditch itu,” sebutnya. Dikatakannya, pengerjaan proyek tersebut juga tidak boleh terkesan kejar tayang, sehingga kualitasnya terjamin. “Kami juga mengimbau pihak kontraktor yang tidak memenuhi ketentuan dalam pengerjaan proyek tersebut harus ditindak tegas. Jangan lagi dilibatkan dalam proyek di lingkungan Pemko Medan,” tandasnya. (MC/DAF)

Share:
Komentar

Berita Terkini