Selama Operasi Antik Toba 2022, Polres Labuhanbatu dan Jajarannya Amankan 103 Tersangka

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 24 Februari 2022 - 18:13
kali dibaca
Ket Foto : Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK saat memimpin konferensi pers hasil Operasi Antik Toba 2022 didampingi Kabag Ops Kompol Wirhan Arif, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, KBO IPTU Elimawan Sitorus, Kanit I IPTU Eko Sanjaya, Kanit II IPDA Sujiwo Satrio Dan Kasi Propam IPDA DR Iskandar Sipayung, Kamis, 24 Februari 2022.

Mediaapakabar.com
Selama 21 hari Operasi Antik Toba 2022, Polres Labuhanbatu dan Polsek Jajarannya berhasil mengungkap 86 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 103 tersangka terdiri dari 100 pria dan 3 wanita. 

Hal itu disampaikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK saat memimpin konferensi pers hasil Operasi Antik Toba 2022, Kamis, 24 Februari 2022.


"Dimana status dari 103 tersangka yang diamankan terdiri dari 87 pengedar atau kurir dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," ujarnya didampingi Kabag Ops Kompol Wirhan Arif, Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, KBO IPTU Elimawan Sitorus, Kanit I IPTU Eko Sanjaya, Kanit II IPDA Sujiwo Satrio Dan Kasi Propam IPDA DR Iskandar Sipayung.


Dikatakan Kapolres, untuk 16 tersangka melanggar Pasal 112 Sub Pasal 127 dengan ancaman hukuman maksimal 12 Tahun Penjara dan sebanyak 10 tersangka dilakukan Restorative Justice (RJ) dari 6 kasus dan memfasilitasi rehabilitasi gratis kepada 5 orang korban penyalahguna narkotika bekerjasama dengan BRSKPN INSYAF Medan.


"Dalam Pelaksanaan Operasi Antik Toba 2022 Polres Labuhanbatu kembali berhasil menyita uang tunai dari terdakwa N alias Ita dengan sejumlah Rp 200.851.000. Dimana di awal penyidikan barang bukti uang tunai adalah Rp 324.200.000, jadi total barang bukti TPPU terdakwa N adalah Rp 525.051.000," sebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti.


Hal ini dilakukan penyidik mengacu Pasal 81 UU RI NO 8 Tahun 2010 dalam hal diperoleh bukti yang cukup bahwa masih ada harta kekayaan yang belum disita, hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan penyitaan harta kekayaan tersebut dalam hal ini penyidik telah melaporkan kepada Ketua PN Rantau Prapat dan Kepala Kejari Labusel.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti menyampaikan bahwa Polres Labuhanbatu dan Jajaran tetap berkomitmen dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk menyelamatkan generasi muda tidak terjerat menjadi pecandu narkoba sehingga diperlukan dukungan dari setiap lapisan masyarakat. (MC/Red)

Share:
Komentar

Berita Terkini