Saham Australia Melemah Terseret Ekuitas Teknologi, Ketegangan Ukraina

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 21 Februari 2022 - 09:40
kali dibaca

Ket Foto : Saham Australia melemah terseret ekuitas teknologi, ketegangan Ukraina. Ilustrasi: Bursa saham Australia. ANTARA/REUTER/aa. (Reuters)


Mediaapakabar.com
Saham-saham Australia melemah pada perdagangan Senin pagi, terseret oleh saham teknologi dan karena ketegangan di sekitar Ukraina membuat sentimen risiko tetap rendah secara global, sementara saham AGL Energy melonjak setelah menolak tawaran pembelian senilai 3,54 miliar dolar AA.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia turun 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 7.167,00 poin pada pukul 00.30 GMT, memperpanjang penurunan setelah merosot 1,0 persen pada Jumat (18/2/2022).


Indeks-indeks utama di Wall Street ditutup lebih rendah pada Jumat (18/2/2022), karena meningkatnya ketegangan di Ukraina dan peringatan AS tentang potensi invasi Rusia membuat pasar gelisah.


Sebagian besar sektor berada di wilayah negatif di Australia, dengan saham teknologi mengikuti rekan-rekan AS mereka lebih rendah dan memimpin kerugian di bursa domestik.


Tyro Payments anjlok sebanyak 19 persen dan merupakan pecundang teratas di sub-indeks, setelah membukukan hasil yang lebih lemah dari perkiraan.


Perusahaan perangkat lunak Altium merosot 10,6 persen ke level terendah lima bulan setelah mengeluarkan panduan margin yang suram.


Sementara itu, harga saham AGL Energy melonjak 13 persen ke level tertinggi sejak 19 Juli setelah produsen listrik itu menolak tawaran pembelian 4,94 miliar dolar Australia dari miliarder teknologi Mike Cannon-Brookes dan Brookfield Asset Management Kanada.


Saham keuangan melemah 0,8 persen, dengan apa yang disebut bank "Empat Besar" dan perusahaan beli sekarang, bayar kemudian Zip Co Ltd memimpin penurunan.


Pemasok bahan bakar Ampol Ltd dan Viva Energy masing-masing jatuh 1,7 persen dan 4,4 persen, bahkan setelah membukukan laba setahun penuh dibandingkan kerugian tahun lalu.


Harga minyak naik lebih dari 1 dolar AS pada awal perdagangan Asia di tengah kegelisahan atas potensi konflik antara Rusia dan Ukraina, dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa menjelaskan Rusia akan menghadapi sanksi jika menyerang tetangganya.


Di antara saham yang naik, saham-saham terkait emas terangkat 1,2 persen karena harga emas yang lebih kuat.


Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru kehilangan 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 12.080,94 poin. (Antara/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini