Pemerintah Wajib Tuntaskan Masalah Harga Minyak Goreng

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 18 Februari 2022 - 19:55
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi. 

Mediaapakabar.com
Harga minyak goreng di pasar saat ini memang sangat variatif sekali. Ada harga sesuai dengan arahan menteri perdagangan, namun masih ada harga minyak goreng yang dijual di kisaran Rp18.500 hingga Rp19.500 per kilogramnya. 

Hasil temuan lainnya adalah konsumen kesulitan untuk membeli minyak goreng belakangan ini dikarenakan banyak pedagang yang takut menjual minyak goreng khususnya minyak goreng dengan harga lama.


Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, harga minyak goreng terbaru bisa memicu potensi kerugian buat pedagang, terlebih jika nantinya stok minyak goreng sesuai dengan arahan menteri perdagangan membanjiri pasar dan pedagang punya stok minyak goreng dengan harga lama. 


"Hal tersebutlah yang saya pikir menjadi pemicu kelangkaan minyak goreng saat ini. Namun, hingga pada hari ini, harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional masih banyak dijual dalam rentang Rp18.500 hingga Rp19.500 per kilogramnya di Kota Medan," katanya di Medan, Jumat (18/2/22).


Gunawan menjelaskan, untuk harga yang beredar di pasar ini masih beragam. Di ritel modern harga minyak goreng memang dijual di harga 14 ribu per liter. Tetapi, lagi-lagi minyak goreng murah ini belum merata di pasaran. Di pasar tradisional khususnya juga demikian, tidak sulit menemukan minyak goreng dengan harga 18 ribu ke atas. 


Jadi pada dasarnya kalau pemerintah ingin supaya harga minyak goreng sesuai dengan HET dari pemerintah, memang sebaiknya semua pasar digelontorkan minyak goreng dengan suplai yang benar-benar mencukupi, dan harganya seragam sesuai arahan menteri perdagangan.


Diakuinya, seperti saat ini, harganya bervariasi, dan selisih harganya bahkan cukup signifikan. Ini memicu terjadinya penimbunan, spekulan serta praktek-prakter curang lainnya hingga kelangkaan minyak goreng itu sendiri. Jika pemerintah melakukan himbauan kepada pedagang pengecer untuk menjual minyak goreng sesuai HET. Namun distributornya justru menjual dengan harga di atas HET.


"Maka itu keinginan pemerintah untuk mengendalikan harga minyak goreng sesuai HET tidak akan mulus. Kecuali harga minyak goreng sesuai HET itu tadi stoknya juga melimpah di pasar, dan bukan hanya stok minyak goreng kemasan, namun juga stok minyak goreng curah. Kalau masih seperti sekarang ini saya justru kuatir yang ada polemic minyak goreng ini berkepanjangan," ujarnya.


Lebih lanjut, hal yang perlu diketahui adalah bahwa banyak pedagang pengecer minyak goreng itu menjual MIGOR dengan cara titipan. Artinya distributor menitipkan barang dagangannya, baru dilakukan penagihan dalam periode tertentu nantinya. 


Sehingga sama saja kalau praktek di lapangan untuk meredam minyak goreng pendekatannya hanya di hilir. Tapi saya yakin kalau pemerintah mampu melakukan pendekatan ke hulu hingga masalah minyak goreng satu harga ini bisa tercapai. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini