Pasar Keuangan Dihantui Ketegangan Politik dan Penyebaran Covid-19

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 07 Februari 2022 - 07:30
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
Pada pekan ini perdagangan di pasar keuangan nasional tidak akan diwarnai dengan sajian data-data penting yang bisa menggerakan pasar. Di pekan ini pun tak ada banyak sentimen ekonomi yang berpengaruh. 

Namun, bukan berarti pasar keuangan akan aman dari tekanan atau koreksi karena pada dasarnya pasar keuangan masih dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Eropa hingga penambahan jumlah kasus Covid-19.


Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, di awal pekan ini, data manufaktur dari China akan menjadi pembuka perdagangan. Meski data tersebut diyakini tidak akan banyak memberikan perubahan bagi pasar akan keuangan global. Selanjutnya Indonesia akan menyajikan data pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa dan kebijakan suku bunga acuannya.


"Sejauh ini pelaku pasar sudah memproyeksikan bagaimana perkembangan ekonomi nasional tersebut. Bisa menjadi kabar baik tetapi bukan berarti nantinya pasar keuangan akan aman dari guncangan. Untuk pertumbuhan ekonomi datanya akan membaik. Untuk kebijakan suku bunga acuan ini yang paling menarik. Apakah BI akan menaikkan bunga acuan untuk menyelamatkan Rupiah, karena naga-naganya Bank Sentral AS akan mulai menaikan suku bunga acuan di bulan depan," katanya di Medan, Minggu (6/2/2022).


Gunawan menjelaskan, untuk cadangan devisa, sekalipun bisa mendongkrak kinerja mata uang Rupiah, namun bukan berarti US Dollar tidak mampu memberikan tekanan bagi mata uang dunia termasuk Rupiah. Laju tekanan inflasi di AS akan tersaji di akhir pekan, dan bisa membuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan. Ini kabar buruk bagi pasar keuangan nasional.


 Hal lain yang perlu diperhatikan pelaku pasar adalah memburuknya ketegangan politik di Eropa. Bahkan, yang tak kalah penting kita nantikan adalah bagaimana pemerintah merespon kenaikan jumlah kasus Covid-19 belakangan ini. 


"Kalau ada kenaikan level PPKM, ini yang berbahaya bagi pelaku pasar. Jadi sekalipun pekan ini pasar keuangan tidak diramaikan dengan data data penting. Tetapi bukan berarti kita tidak harus waspada," jelasnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini