Nikson Nababan Hadiri Pelantikan Pengurus DPD HKTI Taput

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 11 Februari 2022 - 23:31
kali dibaca
Ket Foto : Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2022, bertempat di Jalan D. I Panjaitan Tarutung, Jumat (11/02/2022).

Mediaapakabar.com
Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2022, bertempat di Jalan D. I Panjaitan Tarutung, Jumat (11/02/2022).

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan aktivitas, profesi dan fungsi di dalam bidang agrikultur atau pertanian dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan. 



Didampingi Staf Ahli Administrasi Umum Donna Situmeang, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Marihot Simanjuntak dan beberapa Pimpinan Perangkat Daerah, dalam sambutannya, Bupati Nikson Nababan mengatakan, HKTI di Kabupaten Tapanuli Utara merupakan wadah untuk memperkuat sinergi guna memikirkan langkah-langkah strategis untuk membangun petani dan pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara. 


"HKTI harus dekat dengan petani dan memperjuangkan nasib petani. HKTI merupakan Mitra Pemerintah, tetapi HKTI juga harus kritis apabila ada kebijakan yang merugikan petani. Dan kedepannya bisa bekerja sama untuk memajukan sektor pertanian, dan memakmurkan petani pada intinya. Sebagai mitra strategis dari Pemerintah, masalah pertanian akan selesai apabila ada kerjasama dari semua pihak, kita harus memajukan dan mencintai komoditas Tapanuli Utara" ujar Bupati.


Selanjutnya Bupati menambahi bahwa HKTI Kabupaten Tapanuli Utara harus mampu mengembangkan digital farming. Dan harus membangun database dan menginventarisasi produk-produk daerah Kabupaten Tapanuli Utara dan harus bisa menjadi solusi bagi petani dan pertanian di Kabupaten Tapanuli Utara.


Kegiatan HKTI ini merupakan kegiatan untuk menggerakkan pertanian Indonesia yang kuat, pertanian harus memiliki social engineering dalam bentuk peranan fungsional dari HKTI yang diharapkan dapat mendorong akselerasi kekuatan pangan nasional. 


Bupati Tapanuli Utara berharap HKTI sebagai organisasi petani yang menyerap aspirasi semua petani dapat menjaga ketersediaan pangan kedepan, apalagi di tengah pandemi covid-19 ini. 


"Kami juga mengucapkan banyak Terima Kasih kepada Ketua Umum HKTI bersama-sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam membangun sinergi serta terlibat langsung, sehingga kehadiran HKTI memberikan nilai tambah bagi petani Indonesia pada umumnya dan petani di Kabupaten Tapanuli Utara pada khususnya," tutup Bupati Nikson Nababan.


Pada kesempatan tersebut  telah dibentuk dan dilantik pengurus DPD HKTI Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2022 dengan Ketua HKTI Tapanuli Utara Erikson Sianipar dan Sekretaris HKTI Tapanuli Utara Tulus Lumbantobing.


Selanjutnya Ketua HKTI Tapanuli Utara Erikson Sianipar menyampaikan laporannya. Kepengurusan HKTI adalah multi generasi di mana milenial 35% dan generasi lainnya 65%, harapan kita di sana kebijaksanaan, teknologi, ada bicara masa depan, bicara tentang kehidupan sehari-hari, dan ada yang nanti akan mengkomunikasikan seperti apa yang dikerjakan yang diketahui masyarakat melalui media seperti Youtube. 


Seperti imbauan Bupati Tapanuli Utara, kita harus dekat dengan para petani, kita berdiskusi, mendengarkan apa masukan mereka, karena urusan Pertanian sangat kompleks, tidak bisa ini dikerjakan oleh hanya Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara atau hanya pengusaha bahkan hanya HKTI tapi kita harus bahu-membahu, kolaborasi itu harus dan penting. 


“Program yang akan dijalankan kedepannya oleh HKTI  adalah melakukan transformasi, salah satunya membuat perubahan seperti melakukan transformasi organisasi yaitu membangun petani yang cerdas, karena kita banyak dibentuk oleh organisasi, budaya kita di sini adalah budaya yang berpihak kepada petani, maka kita harus jadikan petani itu bangga, kemudian bagaimana kita memperkuat organisasi ini sampai ke desa-desa supaya para petani ini  menjadi petani cerdas, petani yang punya pengetahuan. Ekonomi Indonesia harus dibangun berbasis pengetahuan, tidak akan pernah ada kreativitas dan inovasi tanpa pengetahuan,“ tutur Erikson Sianipar.

Share:
Komentar

Berita Terkini