Kunjungi Nias bersama Pangdam dan Kapolda, Gubernur Edy Rahmayadi Dorong Kepala Daerah Percepat Vaksinasi Covid-19

Media Apa Kabar
Kamis, 17 Februari 2022 - 19:41
kali dibaca

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menghadiri acara Akselerasi Vaksinasi Covid-19, terutama bagi lanjut usia (Lansia) dan anak usia 6-11 tahun, di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Gunungsitoli, di Kota Gunungsitoli.


Mediaapakabar.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengunjungi Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Kamis (17/2). Tujuan untuk vaksinasi Covid-19, terutama bagi lanjut usia (Lansia) dan anak usia 6-11 tahun.

Dalam arahnya, Gubernur Edy Rahmayadi menambahkan pengalamannya bersama Pangdam dan Kapolda di Kepulauan Nias karena kabupaten/kota ini merupakan yang terjauh dari ibukota dan terpisah perairan. Dalam kondisi pandemi Covid-19, terjadinya penyebaran virus yang cukup mengkhawatirkan karena terletak di satu pulau.

“Kalau kita melihat virus ini, berbahaya jika Nias tidak pernah ditangani.Inilah hasil diskusi kita bersama Pangdam dan Kapolda,” ujar Gubernur, pada acara yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Gunungsitoli, Kelurahan Pasar Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Untuk itu, kegiatan menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara di Gunungsitoli yang menyediakan tempat-tempat tersebut, yakni Kanwil Kemenag setempat, pengelola sekolah, serta pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias. Dukungan itu pun dinilai menjadi motivasi bagi pemerintah provinsi bersama unsur Forkopimda lainnya.

“Nias dan Gunungsitoli itu sekarang level 3, sudah tanda peringatan ke arah level 4. Kalau sudah naik, semua ditutup, jalan disekat, sekolah tidak boleh dan pasar ditutup, ini berbahaya.Untuk itu kepada bupati dan walikota, sampaikan benar-benar kepada masyarakat,” jelas Edy.

Kepada masyarakat, Edy berpesan, bahwa tindakan aparat yang aktif mengajak vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan adalah bagian dari tugas dan menjaga kepedulian negara atas kondisi rakyatnya.Sebab, tanpa disiplin, pandemi Covid-19 akan sulit ditangani.

“Jangan dianggap mereka (aparat) marah-marah.Aparat ini sayang untuk rakyat, karena virus ini hanya bisa putus jika dilakukan dengan protokol kesehatan, jangan lupa masker (Prokes), ditinggalkan,” tambah Gubernur.

Langkah penting lainnya, kata Gubernur, yakni vaksinasi yang terus dikejar hingga desa-desa. Meskipun kesannya memaksa, namun semua itu agar imunitas rakyat meningkat, terutama menghadapi Covid-19, sehingga sekalipun harus terkena, tidak menyebabkan sakit parah.

“Untuk itu mari kita sedapat mungkin mengejar ini. Tolong dikejar supaya rakyat kita selamat. Saya tahu kalian lelah, tetapi inilah tugas kita,” sebut Gubernur, sembari menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri atas selama ini.

Senada dengan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, kondisi penularan Covid-19 varian Omicron, khususnya di Gunungsitoli lebih tinggi saat ini dibanding Agustus 2021 saat varian delta melanda.

“Untuk Gunungsitoli kasus paling tinggi itu 34 kasus (varian delta). Tetapi untuk sekarang ini, sudah mencapai 37 kasus. Meskipun bedanya 3, tapi itu berbahaya. Termasuk Nias, dulu 10 kasus, sekarang naik 16 kasus,” terang Panca.

Untuk itu, lanjut Panca, kehadiran mereka di Kepulauan Nias adalah dalam rangka menjalankan instruksi pemerintah pusat, baik dalam upaya memutus penularan Omicron melalui protokol kesehatan (Prokes) yakni memperketat penggunaan masker, juga mengikuti program vaksinasi lengkap, terutama bagi Lansia dan anak usia 6-11 tahun. (Mc/DN)


Share:
Komentar

Berita Terkini