Kontribusi Sumut Untuk PDRB Sebesar 23,37 Persen

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 07 Februari 2022 - 20:34
kali dibaca
Ket Foto : Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Taulina Anggarani.

Mediaapakabar.com
Struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spesial di tahun 2021 lalu didominasi oleh sejumlah provinsi. Salah satunya Provinsi Sumatera Utara yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB di Pulau Sumatera sebesar 23,37 persen, Provinsi Riau dengan 22,92 persen, Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,36 persen, dan Provinsi Lampung sebesar 10,11 persen. Untuk kontribusi terendah disumbang oleh Provinsi Bengkulu sebesar 2,16 persen.

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Taulina Anggarani, mengatakan, perekonomian Sumatera Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2021 atas dasar harga berlaku mencapai Rp859,87 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp547,65 triliun.


Bahkan, ekonomi Sumatera Utara triwulan IV-2021 terhadap triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 0,18 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,60 persen. 


"Dari sisi Pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah merupakan komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,88 persen," katanya, Senin (7/2/2022).


Dia menjelaskan, ekonomi Sumatera Utara pada triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,81 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 9,86 persen.


"Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 13,71 persen," jelasnya.


Lebih lanjut, ekonomi Sumatera Utara sampai dengan triwulan IV-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 2,61 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 6,51 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,09 persen. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini