Keuntungan Indonesia Jadi Tuan Rumah G20

Aris Rinaldi Nasution
Senin, 14 Februari 2022 - 21:32
kali dibaca
Ket Foto : Sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia yang berkumpul dalam Forum G20 hadir di Indonesia sekaligus memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi perekonomian nasional.

Mediaapakabar.com
Sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia yang berkumpul dalam Forum G20 hadir di Indonesia sekaligus memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi perekonomian nasional.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional, Wempi Saputra mengatakan, ada beberapa manfaat strategis dan manfaat langsung dari presidensi indonesia di G20 2022.


"Forum G20 merupakan forum strategis yang membahas isu global, jadi isu terkini kesehatan global, stabilitas keuangan, perubahan iklim dibahas di forum G20. Hal ini karena negara besar yang memiliki peran sentral dalam koordinasi ekonomi dan kebijakan global itu di G20," ujar Wempi dalam forum virtual, Senin (14/2/2022).


Wempi menjelaskan, selain manfaat tersebut juga terdapat manfaat langsung lain secara jangka pendek sepeprti devisa.


"Tidak hanya itu, tapi bisa juga menunjukan hospitality dari negara kita dan menumbuhkan konsumsi domestik," jelasnya.


Menurutnya, untuk jangka panjang, presidensi Indonesia dalam G20 juga akan memberikan dampak langsung terhadap investasi.


"Akhirnya akan ada beberapa kegiatan yang kita showcase-kan manfaat langsung dari G20 tadi dalam bentuk proyek-proyek investasi," ujarnya.


Wempi melanjutkan, pada G20 ini mengusung beberapa konteks yang akan dibahas untuk kemajuan ekonomi, kesehatan maupun energi bersih dunia. Ada tiga agenda prioritas terkait dengan G20 arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan energi transisi yang berkelanjutan," ujarnya.


Agenda yang mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger" ini akan membahas strategi baik jangka pendek maupun panjang. 


"Recover together tadi adalah suatu strategi dalam jangka menengah, sedangkan recover stronger adalah strategi jangka menengah dan panjang. Exit strategi ini adalah koordinasi kebijakan ekonomi jangka pendek," tuturnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini