Ini Daftar Adat Pernikahan dengan Biaya Termahal di Indonesia

Aris Rinaldi Nasution
Minggu, 27 Februari 2022 - 22:28
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi pernikahan. (Reuters)

Mediaapakabar.com
Adat pernikahan dengan biaya termahal di Indonesia. Salah satunya mahar pernikahan berdasarkan jarak rumah pengantin perempuan ke pria.

Pernikahan momentum penting bagi setiap manusia. Beberapa di antaranya memilih menjadi tujuan maupun tolak ukur dalam kehidupan.


Apalagi di Indonesia dengan keberagaman suku memiliki ciri dan ketentuan dalam melaksanakan acara adat. Demi mengikuti tradisi, mereka rela merogoh kantong dengan jumlah besar agar tercipta perhelatan yang sakral dengan istimewa.


Dilansir dari iNews.id, adapun adat pernikahan dengan biaya termahal di Indonesia:


1. Batak


Batak terkenal dengan kedudukan kasta dalam kehidupan. Sudah pasti dalam acara pernikahan, akan menggelontorkan banyak pundi rupiah. 


Seperti kain ulos yang dipakai para mempelai dapat mencapai harga ratusan sampai jutaan rupiah untuk memperlihatkan kesejahteraan sosial mereka.


Adat Batak memiliki tradisi uang mahar yang dinamai sinamot.  Jumlah kisarannya dilihat dari pekerjaan dan pendidikan pengantin wanita.


2. Bugis


Pengantin pria Bugis membayar uang mahar kepada pasangannya, sebagai syarat keseriusan. Uang mahar dalam adat Bugis disebut uang Panaik, besaran jumlah ditentukan oleh kecantikan, tingkat pekerjaan, pendidikan, sampai garis keturunan mempelai perempuan.


Selain melibatkan kedua keluarga pada setiap prosesinya, Adat Bugis populer dengan acara pernikahan yang semarak dan membutuhkan waktu panjang. Dengan itu dapat dibayangkan berapa biaya yang harus dibutuhkan.


3. Banjar


Tokoh adat, warga sekitar dan keluarga mempelai dilibatkan dalam acara. Uang mahar dalam adat Banjar dikenal dengan nama Maatar Jujuran. Yang akan dimanfaatkan untuk biaya acara sampai kehidupan rumah tangga nanti.


Adat Banjar populer dengan lama waktu pelaksanaan dan meriahnya acara. Jadi bisa dipersiapkan jika ingin menikah menggunakan Adat Banjar.


4. Minangkabau


Padang memiliki tradisi mempelai perempuan mendatangi pasangannya. Mulai dari saling mengenal sampai acara tunangan dilakukan oleh calon istri. Di sana mendatangkan keluarga, warga serta tokoh adat menjadi kebiasaan masyarakat Padang.


Malam sebelum acara, sang pengantin perempuan mengikuti acara malam bainai. Maknanya sebagai rasa cinta kasih pada sesepuh, diman pemberian pacar (Inai).


Kemudian ada mengarak mempelai pria ke tempat pernikahan yang disebut Manapuik Marapulai.


5. Nias


Menikah dengan adat Nias memiliki kebiasaan atau nominal mahar tertentu. Ditentukan dengan jenjang pendidikan mempelai perempuan semakin tinggi maka semakin banyak mahar yang diberikan.


Dalam lamaran sang laki-laki memberikan mahar berupa babi. Umumnya 25 ekor babi dengan harga sama seperti kambing yaitu satu sampai dua juta rupiah. Jika tidak terpenuhi maka sang mempelai pria wajib membayar kepada mertua hingga lunas.


6. Bali


Bali kental dengan budaya Hindu yang telah ada sejak lama. Kaya akan wisata alamnya membuat kehidupan hingga biaya pernikahan terbilang malah. mulai dari busana yang digunakan sampai pernak perniknya.


Hingga sesajen, dekorasi tempat dengan menggunakan daun kelapa, dapat memakan biaya hingga puluhan juta rupiah.


7. Suku Sasak


Tradisi dalam masyarakat Sasak, menghitung uang mahar berdasarkan jarak antar rumah pengantin perempuan ke keluarga mempelai pria. Dilihat dari berapa masjid serta rumah yang terlewati dalam perjalanan. Sehingga kisaran pundi-pundi rupiah yang dipersiapkan sesuai batas kediaman. (II/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini