Imbas Serangan Rusia ke Ukraina, Ini Dampak Ekonomi yang Dirasakan RI

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 25 Februari 2022 - 20:06
kali dibaca
Ket Foto : Konflik Rusia dengan Ukraina sangat berdampak pada Indonesia. Harga gandum yang diimpor dari Ukraina ke Indonesia pun berpotensi naik.

Mediaapakabar.com
Konflik Rusia dengan Ukraina sangat berdampak pada Indonesia. Harga gandum yang diimpor dari Ukraina ke Indonesia pun berpotensi naik.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, Ukraina merupakan salah satu eksportir produk pertanian terbesar di Eropa (terutama untuk gandum, jagung, dan minyak bunga matahari). 


Dengan begitu, disrupsi dari konflik militer Rusia-Ukraina berpotensi mendorong harga pangan global. "Indonesia sendiri sangat rentan terutama terhadap kenaikan harga gandum, di mana sekitar 25% dari impor gandum datang dari Ukraina," ujarnya, Jumat (25/2/2022).


Pada sisi lain, kekurangan pasokan minyak bunga matahari dari Ukraina justru bisa berdampak positif pada Indonesia, karena berpotensi mendorong harga minyak nabati lain, termasuk CPO.


"Mengingat bahwa Rusia dan Ukraina merupakan eksportir beberapa komoditas penting, terutama terkait energi dan makanan, dampak ekonomi dari konflik Rusia-Ukraina akan paling terasa dari segi ketersediaan dan harga komoditas tersebut. Seberapa besar efek komoditas ini akan sangat bergantung kepada dua faktor," ujarnya dilansir dari Okezone.com, Jumat, 25 Februari 2022.


Sebagai informasi, rudal dan penembakan terus menghujani kota-kota Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi darat dan serangan udara skala penuh, memaksa warga sipil untuk berlindung di sistem metro, dengan 100.000 orang mengungsi.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan di seluruh Ukraina, sedikitnya 137 "pahlawan" meninggal dan 316 orang terluka setelah hari pertama pertempuran. Dia menyerukan wajib militer dan tentara cadangan di seluruh negeri untuk berperang dalam mobilisasi umum.


Presiden Zelensky mengatakan sekarang ada "tirai besi baru" antara Rusia dan seluruh dunia, seperti dalam Perang Dingin.


Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, daerah yang masih sangat terkontaminasi dengan bahan radioaktif setelah kecelakaan 1986 yang menghancurkan, mendorong pengawas nuklir IAEA untuk menyerukan "penahanan".

Share:
Komentar

Berita Terkini