Ilmuwan Inggris Cetak Rekor Energi Nuklir Terbesar

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 10 Februari 2022 - 10:50
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi reaktor nuklir. (iStockphoto/svedoliver)

Mediaapakabar.com
Ilmuwan Inggris disebut berhasil memecahkan rekor pembuatan energi fusi nuklir. Pencapaian ini banyak menuai pujian dan dianggap sebagai 'tonggak sejarah' perjalanan menuju pemanfaatan kekuatan bintang untuk menghasilkan energi murah dan bersih di Bumi.

Otoritas Energi Atom Inggris mengumumkan pada Rabu (9/2) bahwa laboratorium The Joint European Torus JET yang berada dekat Oxford di Inggris sukses menghasilkan 59 megajoule energi berkelanjutan selama percobaan pada akhir tahun lalu.


Angka tersebut dua kali lipat lebih besar dari rekor dunia yang juga dicetak mereka pada 1997.


"[Hasil dari penelitian] adalah demonstrasi paling jelas di seluruh dunia tentang potensi energi fusi untuk menghasilkan energi rendah karbon yang aman dan berkelanjutan," kata lembaga penelitian tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Aljazeera.


Pencapaian dari para ilmuwan tersebut juga menuai pujian dari Menteri Sains Inggris George Freeman.


"Mereka adalah bukti bahwa penelitian dan inovasi terobosan yang dilakukan di sini di Inggris, dan melalui kolaborasi dengan mitra kami di seluruh Eropa, membuat kekuatan fusi menjadi kenyataan," kata Freeman.


Fusi nuklir adalah proses sama yang digunakan Matahari dan bintang-bintang lain untuk menghasilkan panas. Energi ini diyakini suatu hari nanti dapat membantu mengatasi perubahan iklim dengan menyediakan sumber energi yang berlimpah, aman, dan hijau bagi umat manusia.


Cara kerja fusi nuklir


Pencapaian para ilmuwan Inggris ini baru muncul setelah beberapa dekade pengujian dan penyempurnaan di Culham Center for Fusion Energy, rumah eksperimen JET.


Laboratorium menggunakan mesin berbentuk donat yang disebut tokamak untuk penelitiannya. JET disebut sebagai mesin tokamak terbesar dan terkuat di dunia.


Di dalam mesin tersebut terdapat sejumlah kecil bahan bakar yang terdiri dari deuterium dan tritium. Materi tersebut dipanaskan hingga suhu 10 kali lebih panas dari pusat Matahari untuk membuat plasma.


Proses ini dilakukan menggunakan superkonduktor elektromagnet saat berputar, melebur, dan melepaskan energi yang luar biasa sebagai panas.


Proses ini bekerja berdasarkan prinsip energi dapat dihasilkan dengan memaksa inti atom bersama-sama membentuk elemen baru, bukan memisahkannya.


Reaksi fusi nuklir secara inheren aman karena tidak dapat memicu proses run-away. Selain itu, reaksi fusi juga melepaskan hampir empat juta kali lebih banyak energi per kilogram daripada pembakaran batu bara, minyak atau gas.


Energi ini juga tidak menghasilkan gas rumah kaca dan hampir tidak menghasilkan limbah. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini