Dinas Kominfo Sumut Dorong Lembaga Penyiaran Bertransformasi Ikuti Perkembangan Teknologi

Media Apa Kabar
Jumat, 18 Februari 2022 - 17:40
kali dibaca

Ket Foto: Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) Kaiman Turnip bersama Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan Irsal Ambia, Pemerhati Media Muhammad Hidayat, Akademisi Nurhasanah, dan Moderator Mutia Atiqah, pada acara Seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran di Ballroom Wing Hotel, Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Jumat (18/02).


Mediaapakabar.com - Untuk menghadirkan informasi yang kepada masyarakat, lembaga siaran memiliki tantangan yang besar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan melimpah ruahnya informasi berkualitas. Karena informasi sering kali langsung diterima tanpa disaring terlebih dahulu terlebih dahulu terlebih dahulu kebenarannya. 

Untuk itu, menurut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) Kaiman Turnip, lembaga siaran perlu melakukan berbagai strategi. Antara lain bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. 

“Strategi pertama lembaga siaran sebagai media informasi bagi masyarakat adalah bertansformasi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat,” kata Kaiman Turnip saat menjadi narasumber seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran, Komunitas, Kualitas dan Konvergensi Media di Wing Hotel, Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang , Jumat (18/2). 

Selain itu, lembaga siaran perlu melakukan pengembangan dan revitalisasi teknologi. Membangun komunikasi dua arah dengan publik dalam rangka edukasi. “Serta membangun iklim kreatif dan inovatif,” kata Kaiman. 

Kaiman juga mengajak masyarakat menyaring informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya ke platform media sosial atau aplikasi chat lainnya. Sebab, masyarakat adalah ujung tombak bagaimana berkualitasnya siaran.  

“Masyarakat harus mendidik diri sendiri, agar lebih paham mana yang benar mana yang buruk, kalau kita (masyarakat) mampu, kita bisa mengedukasi orang lain di sekitar kita,” kata Kaiman. 

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menyampaikan, masyarakat perlu didukung melalui literasi media. Tercantum pada Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, pasal 52 bahwa masyarakat berperan dalam mengembangkan siaran nasional. Melibatkan masyarakat perlu untuk kontrol sosial dan partisipasi dalam memajukan siaran nasional. 

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Bidang Kelembagaan Irsan Ambia mengatakan, peningkatan tayangan atau informasi berkualitas memerlukan peran serta masyarakat secara langsung. Untuk itu, mendorong masyarakat agar menjadi penonton, pemirsa dan pendengar yang cerdas. 

“Sehingga mereka akan mengonsumsi tayangan berkualitas, dengan semakin sedikit orang menonton tayangan jelek, maka tayangan itu akan hilang, ini kita dorong ke publik agar publik punya daya kritis,” kata Irsan.(Mc/DN)



Share:
Komentar

Berita Terkini