BPJS Kesehatan Disebut 'Unfaedah', Netizen Ramai-ramai Pasang Badan

Aris Rinaldi Nasution
Jumat, 25 Februari 2022 - 20:45
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi.

Mediaapakabar.com
BPJS Kesehatan jadi trending topic di Twitter. Hal ini bermula cuitan akun yang menyebut BPJS Kesehatan 'unfaedah' alias tidak berguna. Akun tersebut menyatakan banyak masyarakat enggan membayar iuran BPJS Kesehatan karena dinilai tidak berguna. Akun tersebut juga bicara soal dugaan korupsi pada pengelolaan dana BPJS Kesehatan.

Iuran BPJS Kesehatan dari masyarakat disebut-sebut diinvestasikan ke instrumen abal-abal. Di akhir cuitannya, akun tersebut menyisipkan tagar #CabutAturanBPJS.


"Kenapa masyarakat enggan membayar BPJS? Karena unfaedah. Dan dana masyarakat yang terhimpun di BPJS Kes. juga dikorupsi dengan alibi investasi padahal abal abal. Duit duit rakyat itu dikemanakan? Tidak bisa mengelola atau memang sengaja dimanfaatkan? #CabutAturanBPJS," tulis akun @Ki**********01, dikutip dari detikcom, Jumat (25/2/2022).


Cuitan soal BPJS Kesehatan diposting sejak 23 Februari yang lalu. Hingga berita ini ditulis sudah dibalas sebanyak 1.230 orang, kemudian ada 3.814 orang yang me-retweet.


Pernyataan soal BPJS Kesehatan ini banyak ditentang oleh netizen. Banyak netizen justru ramai-ramai membela BPJS Kesehatan. Mayoritas komentar soal cuitan yang viral itu justru mengatakan BPJS Kesehatan sangat berguna.


Banyak netizen yang membeberkan berbagai manfaat BPJS Kesehatan. Salah satu akun menyebutkan BPJS Kesehatan banyak digunakan keluarga menengah ke bawah yang butuh layanan kesehatan setiap minggunya.


"BPJS Kesehatan tidak berfaedah? Coba Anda bicara begini sama orang yang harus rutin cuci darah setiap minggu, orang yang harus menjalani pengobatan kanker, operasi jantung, operasi patah tulang dan operasi besar lainnya, yang berasal dari keluarga menengah ke bawah," cuit akun base @blogdokter.


Ada juga netizen yang menyebutkan pengalaman dirinya sendiri dan keluarganya yang mendapatkan keuntungan dari BPJS Kesehatan. Beberapa orang bahkan mengeluarkan hitung-hitungan dana besar yang sebenarnya harus dikeluarkan dan justru di-cover BPJS Kesehatan.


Beberapa netizen lainnya juga menyebutkan BPJS Kesehatan adalah penyelamat. Tanpa BPJS Kesehatan mungkin keluarganya tak bisa lagi ditolong.


"Saya adalah pasien retina di RSCM. Saya sudah menjalani 3 kali operasi dg biaya kurang lebih 55jt per operasi. Semua itu ditanggung BPJS. Bahkan untuk ambil dan tes darah pun juga. Bagi saya, BPJS sangat bermanfaat," cuit akun @No*******de.


"Nyokap gw vonis kanker stadium 4, rujukan ke rs sampai 2x + rawat inap ±14 hari ditambah tindakan teropong dan operasi kecil, masuk ICU ±3 hari = GRATIS. Obat kemo nyokap gw giotrif yg kalo ditaksir sekitar 25 juta, bayangin tiap bulan konsumsi obat ini kalau nggak ditanggung BPJS," tutur akun @an*******ar.


"Kalo ngga ada BPJS, Bapak saya udah ngga ketolong. Harus bolak balik masuk rumah sakit, cuci darah seminggu 2 kali, bahkan mungkin 3 kalau lagi parah²nya. Belum obat yang harus minum tiap hari, yang kalo BPJS ngga ada, udah gatau lagi harus cari duit dari mana," kata akun @au***********ea. (detik.com)

Share:
Komentar

Berita Terkini