BI Proyeksi Triwulan I 2022, Ekonomi Sumut Lebih Tinggi

Aris Rinaldi Nasution
Kamis, 17 Februari 2022 - 21:27
kali dibaca
Ket Foto : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Doddy Zulverdi pada Bincang Bareng Media (BBM) berlangsung secara online, Kamis (17/2/2022).

Mediaapakabar.com
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan I 2022 akan lebih tinggi. Hal itu didorong dari akselerasi vaksinasi yang menjadi game changer pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran hingga lapangan usaha.

"Ekonomi Sumut tumbuh sebesar 3,81 persen (yoy) atau lebih tinggi dari triwulan III-2021. Adanya kasus Covid-19 yang perlahan mengalami penurunan dan akselerasi vaksinasi yang semakin ditingkatkan juga berdampak pada mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Doddy Zulverdi pada Bincang Bareng Media (BBM) berlangsung secara online, Kamis (17/2/2022).


Doddy menjelaskan, secara keseluruhan tahun 2021, ekonomi Sumut keluar dari zona kontraksi dan tumbuh 2,61 persen (yoy), masuk dalam sasaran proyeksi 2,5-3,3 persen pada tahun 2021.


"Adanya perkembangan tersebut didorong oleh kondisi pandemi yang relatif terkendali, tren pemulihan ekonomi global, dan masih berlanjutnya stimulus fiskal hingga akhir tahun 2021," jelasnya.


Sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor mencatat pertumbuhan tertinggi, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya.


"Dari sisi pengeluaran, ekspor tercatat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Sumut. Harga komoditas yang terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan negara mitra turut mendorong pertumbuhan ekspor Sumut,” ujarnya.


Lebih lanjut, untuk konsumsi rumah tangga dan pemerintah meningkat sejalan dengan permintaan yang tinggi menjelang Nataru dan pola konsumsi pemerintah di akhir tahun.

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor pertanian yg cukup resilien di tengah pandemi. Namun begitu, penanganan kesehatan melalui vaksinasi dan disiplin prokes tetap akan menjadi kunci pemulihan ekonomi Sumut ke depan.


“Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian dan perdagangan tetap tumbuh kuat seiring dengan kembali pulihnya permintaan pasca pelonggaran pembatasan mobilisasi dan permintaan yang tinggi karena Nataru,” ungkapnya. (IK)

Share:
Komentar

Berita Terkini