BI Perluas Aplikasi QRIS ke ASEAN

Media Apa Kabar
Rabu, 16 Februari 2022 - 16:46
kali dibaca

Ket foto : Ilustrasi

Mediaapakabar.com
- Bank Indonesia (BI) nantinya berinisiatif untuk memperluas aplikasi Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui cross-border QR (Quick Response) ke negara Asean.

“QRIS merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.,” kata Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono dalam Casual Talk On Digital Payment Innovation of Fintech di sela acara Side Event Presidensi G20 Indonesia, Selasa (15/2/2022).

Dia menjelaskan, program ini merupakan sebuah aplikasi hasil kolaborasi industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya. Sementara cross-border QR merupakan salah satu inisiatif kolaboratif untuk membangun standarisasi infrastruktur pembayaran, untuk perdagangan, pengiriman uang, sistem pembayaran ritel dan pasar modal.

"Cross-border QR memberikan lebih banyak opsi bagi pengguna di ruang pembayaran lintas batas. 
Selain itu juga berfungsi sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makroekonomi dengan mempromosikan penggunaan Local Currency Settlement (LCS) yang lebih luas," jelasnya.

Doni menuturkan, Bank Indonesia, Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand telah meluncurkan uji coba cross-border QR. Melalui cross-border QR, konsumen dan penjual di kedua negara dapat melakukan dan menerima pembayaran untuk barang dan jasa melalui QR Code secara instan. 

“Kolaborasi ini sekaligus menandai pencapaian tonggak penting dalam Asean Payment Connectivity Initiative, yang bertujuan untuk mempromosikan integrasi keuangan di kawasan Asean,” ujar Doni. 
 
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum III Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Harianto Gunawan mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah membawa berkah berupa percepatan transisi digital sistem pembayaran.  

“Saya pikir hal ini akan mempercepat pemulihan ekonomi, terutama dari pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia dan di dalam anggota G20, tetapi juga di seluruh dunia," ungkap Harianto.

Dia pun menilai, financial technology atau fintech di sistem pembayaran memiliki ruang untuk inovasi dan teknologi, yang memberikan manfaat dalam pelaksanaan transaksi lintas batas yang cepat, seamless, biaya lebih rendah, dan dapat menjangkau semua sisi merchant dan kanal.

Bahkan, salah satu pencapaian yang signifikan adalah dengan bantuan infrastruktur yang disediakan Bank Indonesia melalui sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

Harianto menjelaskan, sistem pembayaran QRIS telah membantu seluruh industri, salah satunya pemain fintech yang turut mendorong digitalisasi pembayaran. 

“Aftech dan seluruh pemain fintech melakukan pendekatan kolaboratif dengan regulasi dan semua pemangku kepentingan [stakeholder] mulai dari strategi, pengembangan, teknologi, inovasi, pengembangan serta kesiapan pasar dan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya. (IK)


Share:
Komentar

Berita Terkini